JPNN.com

Rizal Ramli Ajari Jokowi Cara Menyelamatkan Krakatau Steel

Rabu, 03 Juli 2019 – 19:22 WIB Rizal Ramli Ajari Jokowi Cara Menyelamatkan Krakatau Steel - JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Bekas Menkomaritim Rizal Ramli mengkritik naiknya impor baja dari Tiongkok di tengah perusahaan BUMN PT Krakatau Steel mengalami kerugian. Mantan anggota Tim Panel Ekonomi PBB itu mengatakan seharusnya pemerintahan Jokowi yang fokus pada pembangunan infrastruktur, juga memberikan kontribusi pada peningkatan penjualan baja perusahaan pelat merah.

“Infrastruktur digenjot dalam empat setengah tahun terakhir, maka harusnya penjualan dan keuntungan Krakatau Steel naik, tetapi yang naik malah justru impor baja dari Tiongkok, yang harganya dumping dan aturan impornya dipermudah oleh menteri perdagangan," kata Rizal dalam rilis yang diterima, di Jakarta, Rabu (3/7).

BACA JUGA: Berkicau soal Giant, Carrefour dan KS, Rizal Ramli Malah Disebut Pantas Dipecat jadi Menteri

Karena itu, Rizal yang juga ekonom senior itu merasa tidak aneh kalau PT Krakatau Steel merugi. Rizal mengaku pernah memberi usul kepada pemerintah Jokowi.

Usulan itu adalah pemerintahan Jokowi berani melaksanakan kebijakan antidumping dengan menerapkan bea masuk 25 persen terhadap baja dan turunannya pada tahun lalu. Rizal menegaskan jika kebijakan itu dilaksanakan, Krakatau Steel akan untung karena produksi baja dalam negeri naik.

Menurut Rizal, salah satu cara yang paling ampuh untuk bisa mengatasi kondisi ekonomi yang buruk adalah dengan mengurangi defisit current account dan impor.

Rizal mengkritisi sikap pemerintah Jokowi yang hanya berani dan fokus pada upaya pengurangan impor terhadap komoditi kecil. Menurutnya, pemerintah sebaiknya juga memfokuskan pada 10 komoditas impor yang besar, khususnya baja dari Tiongkok dan mobil dari Jepang.

Rizal menyebut, awal Oktober 2018 lalu, 67 persen baja berasal dari impor dan dijual murah di Indonesia. Tidak heran, kata Rizal, jika industri baja dalam negeri seperti Krakatau Steel merugi. “Restrukturisasi KS membuat utang sustainable tetapi tidak tingkatkan sales," ujarnya.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...