Kiper PSMS: Saya Tidak Boleh Terlena dengan Semua Pujian Itu

Kiper PSMS: Saya Tidak Boleh Terlena dengan Semua Pujian Itu
Abdul Rohim foto : nin/pojoksatu

Sempat absen saat laga kontra Sriwijaya karena cedera, Rohim kembali dipercaya mengawal gawang PSMS di perempat final menghadapi Persebaya. Lagi-lagi pemain kelahiran 6 April 1992 ini unjuk gigi.

Sempat kebobolan tiga gol di waktu normal, Rohim menjadi pahlawan saat adu penalti. Empat kali dia mengagalkan upaya para algojo Persebaya yakni Ferinando Pahabol, Pahabol, Abu Rizal, Otavio Dutra dan Osvaldo Haay.

“Kuncinya fokus dan mental,” ujar Rohim usai didaulat menjadi pahlawan kemenangan timnya.

Aksi gemilangnya itu kini membuat Rohim tak hanya menjadi idola pecinta PSMS, tapi juga sepak bola nasional. Seruan agar Rohim dipanggil timnas menyeruak.

Apalagi laga kontra Persebaya itu turut dihadiri sang pelatih, Luis Milla bersama staf-stafnya. Dalam kolom komentar instagram Milla, rata-rata menyerukan pagar #Rohimfortimnas.

Setelah Markus Horrison, PSMS memang belum lagi menempatkan wakilnya di timnas. Terutama di posisi kiper. Rohim tak memungkiri hasratnya untuk bisa berada di bawah mistar Garuda. Tapi dia juga tidak mau hanya berandai-andai sebelum ada pemanggilan langsung dari PSSI.

“Timnas adalah impian setiap pemain. Soal itu belum ada konfirmasi langsung. Ya saya menunggu saja ke arah sananya. Saya siap saja, dan terus berlatih di sini, fokus untuk ke semifinal (Piala Presiden). Saya juga jangan terlena dengan semua pujian-pujian itu. Nanti takutnya dipuji-puji, terus ada saat kita tidak sesuai, terus jadi down. Yang penting fokus terus untuk latihan dan tanding,” kata Rohim.(don)


Piala Presiden 2018 menjadi ajang seleksi para pemain memikat perhatian pelatih agar masuk dalam komposisi skuatnya.


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News