JPNN.com

Rombongan TGPF dari Jakarta Diadang KKSB, Dua Terkena Tembakan, Satunya TNI

Jumat, 09 Oktober 2020 – 17:44 WIB
Rombongan TGPF dari Jakarta Diadang KKSB, Dua Terkena Tembakan, Satunya TNI - JPNN.com
Personel gabungan TNI-Polri ketika terlibat baku tembak dengan KKB di Intan Jaya, Papua. Foto: ANTARA /HO-Humas Polda Papua

jpnn.com, INTAN JAYA - Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) mengadang rombongan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) pimpinan Benny Mamoto saat kembali dari Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, Jumat sore (9/10).

Dalam insiden ini, seorang anggota TGPF Intan Jaya bernama Bambang Purwoko dan seorang prajurit TNI Sertu Faisal Akbar tertembak.

Kepala Penerangan (Kapen) Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III Kolonel Czi IGN Suriastawa ketika dihubungi dari Jakarta, mengatakan peristiwa penembakan itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIT di daerah Kampung Mamba Bawah, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya.
 
"Telah terjadi pengadangan oleh KSB (KKSB-red) terhadap rombongan Tim Gabungan Pencari Fakta saat kembali dari Distrik Hitadipa menuju ke Sugapa," kata Suriastawa.
 
Kedua korban yang terluka tembak langsung dibawa RSUD Sugapa untuk mendapatkan tindakan medis pada pukul 16.40 WIT.
 
Sertu Faisal Akbar (Satgas Apter Hitadipa) dikabarkan mengalami luka tembak di pinggang. Sedangkan Bambang Purwoko terkena tembakan di pergelangan kaki kiri.
 
"Keduanya kondisinya masih sadar," ucap Suriastawa.
 
Kedua korban saat ini masih dirawat di RSUD Sugapa dengan pengawalan oleh personil TNI Asintel Kodam Cenderawasih Kol Inf Ardian Triwasana.
 
Sementara itu, rombongan TGPF yang lain sudah dievakuasi ke rumah dinas wakil bupati Intan Jaya.

"Untuk rombongan TGPF lain sudah berada di rumah dinas Wabup Intan Jaya," tambahnya.

Rombongan TGPF yang dipimpin Benny Mamoto datang ke Intan Jaya untuk mendalami informasi guna mengungkap kasus penembakan yang terjadi di Intan Jaya beberapa waktu lalu.
 
“Kami jauh-jauh datang ke sini untuk bekerja sepenuh hati agar kasus ini menjadi terang, dengan begitu Tim TGPF Intan Jaya bisa memberikan laporan dan masukan yang tepat untuk pemerintah," ujar Benny Mamoto dalam siaran persnya pada Kamis (8/10).
 
Benny dan tiim direncanakan akan bekerja selama dua minggu untuk mencari informasi mengenai penembakan di Intan Jaya.(antara/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
fathra