Rudiantara Akui tak Mudah Berantas Akun Penyebar Kebencian

Rudiantara Akui tak Mudah Berantas Akun Penyebar Kebencian
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara (keempat kanan) bersama Masyarakat Anti Fitnah Indonesia mendeklarasikan Gerakan Anti Hoax di Bundaran Hotel Indonesia Jakarta, Minggu (8/1/2016). FOTO: MIFTAHULHAYAT/JAWA POS

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, pelaku penyebaran konten kebohongan (hoaks) dan ujaran kebencian di media sosial mesti diberantas sampai ke akar-akarnya. Dengan begitu, Indonesia bisa terbebas dari konten berbau negatif.

Hal itu disampaikan Rudiantara terkait Satgas Patroli Siber Bareskrim Polri yang menangkap kelompok Saracen, yakni sindikat yang diduga melakukan penyebaran hoaks dan ujaran kebencian di media sosial.

“Pembahasannya sekarang hanya kepada yang mengelola akunnya, belum kepada siapa yang di balik mengelola itu semua. Itu semua harus dibereskan, kalau enggak sampah-sampah konten negatif banyak di Indonesia,” kata Rudiantara usai acara Parade ASEAN 50 di Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Minggu (27/8).

Menteri kelahiran Bogor itu menyatakan, kementerian yang dipimpinnya membantu pihak penegak hukum untuk memberantas pelaku penyebaran hoaks dan ujaran kebencian di media sosial. Bentuk bantuannya adalah kominfo memberikan informasi kepada pihak penegak hukum.

Rudiantara menjelaskan, pemerintah juga sudah berupaya untuk menutup akun-akun yang menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian. Namun, menurut dia, tidak mudah untuk memberantas akun-akun penyebar konten negatif.

“Ini seperti hit and run, di-take down akunnya, muncul di tempat lain,” ucap Rudiantara. (gil/jpnn)

 


Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, pelaku penyebaran konten kebohongan (hoaks) dan ujaran kebencian di media sosial mesti


Redaktur & Reporter : Gilang Sonar

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News