Rupiah Mulai Bangkit, Akankah Terus Berlanjut?
“Sementara kekhawatiran akan resesi mereda setelah Trump mengumumkan perpanjangan 90 hari untuk memberlakukan putaran tarif timbal balik terbarunya, pasar masih tetap waspada terhadap agenda kebijakannya, terutama mengingat perubahan sikapnya baru-baru ini terkait tarif," katanya.
Di sisi lain, perang dagang yang meningkat dengan Tiongkok, juga menghadirkan hambatan ekonomi yang berkelanjutan bagi AS, mengingat negara tersebut masih menjadi mitra dagang utama.
Perang dagang memanas pasca Trump menaikkan tarif impor terhadap produk-produk asal Negeri Tirai Bambu menjadi 125 persen, seiring China mengenakan tarif sebesar 84 persen terhadap barang-barang dari AS.
“Baik Washington maupun Beijing tidak menunjukkan niat untuk meredakan ketegangan, dengan pejabat Tiongkok bersumpah untuk berjuang sampai akhir,” kata Ibrahim.(antara/jpnn)
Jangan Lewatkan Video Terbaru:
Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari Kamis ini di Jakarta, menguat sebesar 50 poin atau 0,29 persen menjadi Rp 16.823 per USD
Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul
- Efek OECD Memangkas Proyeksi RI, Rupiah Menguat Terbatas Terhadap USD
- Purbaya Sebut Pergerakan Rupiah Masih dalam Perhitungan Pemerintah
- Rupiah Jeblok, IHSG Merah, Harga MinyaKita Ikut Naik
- Siap-Siap! Donald Trump Bakal Tambah Tarif untuk Produk Indonesia
- Mata Uang RI Melemah, Pimpinan DPR Ingatkan Target KEM-PPKF soal Nilai Tukar Rupiah
- Rupiah Tiarap, USD Tembus Rp 18.049, Cadangan Devisa Aman?
JPNN.com




