Safrudiningsih: Penanaman Karakter Anak Melalui Dongeng Sangat Efektif

Safrudiningsih: Penanaman Karakter Anak Melalui Dongeng Sangat Efektif
Pegiat dongeng yang juga dosen salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta, Safrudiningsih ketika menjadi pembicara Seminar Keluarga bertema “Membentuk Karakter Anak Melalui Dongeng” di Jakarta, Minggu (29/12). Foto: Dokpri

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus menggalakkan pendidikan karakter demi menghasilkan peserta didik yang pandai tetapi juga memiliki karakter kuat sebagai warga bangsa. Ini sesuai dengan tagline dan juga target Pemerintahan Presiden Jokowi.

Selain melalui pendidikan resmi di sekolah, sesungguhnya pendidikan karakter dapat juga dilakukan melalui kegiatan informal seperti mendongeng. Lewat kegiatan dongeng, penanaman nilai-nilai kebaikan, semangat menghargai sesama, dan motivasi untuk maju, merasuk ke anak didik dengan efektif.

Pandangan tersebut dikemukakan pegiat dongeng yang juga dosen salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta, Safrudiningsih ketika menjadi pembicara utama dalam Seminar Keluarga bertema “Membentuk Karakter Anak melalui Dongeng” di Gelanggang Olahraga, Pademangan, Jakarta Utara, Minggu (29/12). Seminra ini diselenggarakan oleh Rumah Keluarga Indonesia bekerjasama dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Di hadapan sekitar 130 kaum ibu, Safrudiningsih yang akrab disapa “Kak Ning Nong” ini mengatakan kebiasaan mendongeng di kalangan keluarga sudah jauh berkurang. Oleh karena itu, perlu dibiasakan kembali mendongeng pada anak-anak dalam keluarga.

Safrudiningsih: Penanaman Karakter Anak Melalui Dongeng Sangat Efektif

“Sambil mendongeng itulah, orang tua dapat memasukkan nilai-nilai karakter dan moral yang kuat pada anak. Terutama peran ibu sebagai pengokoh bangsa seperti tema pada hari ini yaitu  dalam rangka Hari Ibu," katanya.

Lebih lanjut Kak Ning Nong mengatakan, dongeng merupakan suatu kisah yang diangkat dari pemikiran fiktif dan kisah nyata, menjadi suatu alur perjalanan hidup dengan pesan moral yang mengandung makna hidup dan cara berinteraksi dengan makhluk lainnya.

“Dongeng juga merupakan hasil rekayasa Imajinasi dari pemikiran seseorang yang kemudian diceritakan secara turun-temurun dari generasi ke generasi,” ujar Kak Ning Nong.

Selain melalui pendidikan resmi di sekolah, sesungguhnya pendidikan karakter dapat juga dilakukan melalui kegiatan informal seperti mendongeng.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News