Said Abdullah PDIP: Manuver-manuver seperti Itu Berniat Jahat

Said Abdullah PDIP: Manuver-manuver seperti Itu Berniat Jahat
Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA  - Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah menegaskan bahwa tidak ada kontrak politik antara bakal capres Ganjar Pranowo dengan partainya apabila gubernur Jawa Tengah itu terpilih menjadi presiden 2024-2029.

"Saya pastikan 1.000 persen tidak ada kontrak politik jika Pak Ganjar Pranowo menjadi presiden," kata Said Abdullah dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (13/6).

Said Abdullah menjelaskan bahwa satu-satunya kontrak politik antara Ganjar dengan PDI Perjuangan adalah menjalankan cita-cita perjuangan partai, yakni menyejahterakan rakyat.

Pria kelahiran 22 Oktober 1962 itu juga membantah pos menteri strategis ditentukan oleh PDIP apabila Ganjar Pranowo menjadi presiden.

Bagi Said Abdullah, pihak-pihak yang berpandangan demikian berusaha membangun citra untuk mengerdilkan Ganjar Pranowo.

"Manuver-manuver seperti itu berniat jahat, merusak citra diri Pak Ganjar seolah-olah beliau hanya boneka," cetus tokoh asal Sumenep itu.

Sebelumnya pada Minggu (11/6), kader PSI Ade Armando melalui akun Twitter bernama pengguna adearmando61 menulis, “Saya dapat kabar, Ganjar sudah meneken kontrak dengan PDIP bahwa kalau dia jadi presiden, penentuan orang-orang yang jadi menteri dan menempati posisi strategis akan ditentukan oleh PDIP.”

Akan tetapi pada Selasa (13/6), Ade Armando mengklarifikasi cuitan sebelumnya dengan menyatakan, "Ganjar Pranowo sudah mengklarifikasi bahwa kalau nanti dia jadi Presiden, yang akan menentukan siapa anggota kabinetnya ya dia sendiri. Bukan partai!”

Pilpres 2024; Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah mengatakan ada manuver-manuver berniat jahat.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News