Senin, 18 Desember 2017 – 06:12 WIB

Sambil Tersenyum, Gatot Bilang Siap Bersaing dengan Jokowi

Jumat, 08 Desember 2017 – 07:26 WIB
Sambil Tersenyum, Gatot Bilang Siap Bersaing dengan Jokowi - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyatakan kesiapannya bersaing dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun, bukan terkait politik, melainkan soal momongan.

"Cucu saya kan dua, kemudian saya akan bersaing dengan Pak Jokowi, yang juga sudah punya cucu. Pak Jokowi tidak bisa setiap hari momong cucu, kalau saya kan bisa setiap hari," ujarnya sambil melempar senyum di sela 'pamitan' Gatot di markas Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (7/12).

Setelah pensiun Maret nanti, Gatot mengaku ingin lebih banyak berkumpul bersama istri, anak, dan cucu-cucunya. "Setelah pensiun nanti saya mau kumpul bersama keluarga saja," ujarnya.

Dia mengungkapkan, selama mengabdi sebagai prajurit TNI, sangat jarang berkumpul bersama keluarganya. Apalagi, ia juga tidak pernah mengambil cuti tahunan. "Selama 35 tahun mengabdi, saya selalu bertugas di daerah operasi, hingga saya tidak bisa mengikuti perkembangan anak-anak saya mulai bayi sampai besar," ungkapnya.

Oleh sebab itu, memasuki masa pensiun nanti, mantan KSAD ini baru bisa menikmati momen berkumpul bersama keluarga. "Dulu saya tidak bisa mengamati anak-anak saya sampai besar. Sekarang saya mau mengamati cucu-cucu saya," ujarnya.

Sementara itu, berbicara soal elektabilitas Calon Presiden (Capres) 2019, Gatot termasuk yang cukup tinggi di samping Jokowi dan Prabowo Subianto. Namun, ketika disinggung hal itu, Gatot belum berpikir lebih jauh untuk maju sebagai Capres. "Saya sampai dengan akhir Maret masih prajurit TNI, tidak boleh berurusan dengan politik," tegasnya.

Namun jika sewaktu-waktu dipanggil oleh negara, dia menyatakan siap untuk mengabdi. "Kalau negara memanggil, pasti saya siap," tuturnya.

Selain mempunyai elektabilitas tinggi, Gatot juga disebut beberapa lembaga survei sebagai calon pendamping yang pas untuk Jokowi. "Kalau orang berpesepsi ya boleh-boleh saja. Mau dibilang seperti ini, ya silakan saja," tutur dia. (yudha krastawan/indopos/jpnn)

SHARES
loading...
loading...
Komentar