Sabtu, 23 September 2017 – 07:11 WIB

Sambut Pahlawan Olahraga di Istana, Jokowi Ingin Cabor Berprestasi Diprioritaskan

Rabu, 24 Agustus 2016 – 19:40 WIB
Sambut Pahlawan Olahraga di Istana, Jokowi Ingin Cabor Berprestasi Diprioritaskan - JPNN.COM

Presiden Joko Widodo saat menerima pahlawan olahraga Olimpiade 2016 yang didampingi Menpora Imam Nahrawi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (24/8). Foto: Kemenpora

JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengucapkan selamat dan terima kasih kepada pahlawan olahraga Indonesia, yang sukses meraih medali di Olimpiade Rio 2016. 

Hal itu disampaikan Jokowi, panggilan akrab presiden, saat menerima Menpora Imam Nahrawi bersama rombongan pahlawan olahraga Indonesia seperti Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Sri Wahyuni dan Eko Yuli di Istana Negara, Jakarta, Rabu (24/8) pagi.

Rombongan tiba di Istana Negara sekitar pukul 09.00 WIB pagi, dan langsung diterima Presiden Joko Widodo. "Saya atas nama pemerintah dan rakyat Indonesia mengucapkan selamat dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perjuangan seluruh atlet di Olimpiade Rio de Jeneiro, Brasil 2016 baik cabang bulutangkis, angkat besi, KONI, Menpora dan seluruh tim yang telah berjuang keras membawa nama baik bangsa dan negara," ucap Jokowi.

Menurut presiden hasil yang diraih adalah hasil maksimal atas hasil itu pula Presiden memberikan kebijakan kepada Menpora untuk lebih fokus kepada cabang olahraga yang berpotensi mendulang medali.

"Hasil yang dicapai adalah hasil maksimal. Olimpiade London 2012 lalu kita mendapatkan dua medali satu perak dan satu perunggu, sekarang satu emas dan dua perak. Ini adalah sebuah perjalanan panjang dan kerja keras cabang olahraga yang menata perencanaannya dengan baik bukan sesuatu yang instan," kata Presiden.

"Saya sudah perintahkan kepada Menpora untuk fokus memberikan prioritas pada cabor yang telah terlihat prestasinya baik dari sisi anggaran, sarana prasarana, camp untuk pelatnas, saya meyakini dengan perencanaan yang baik akan mampu meraih medali emas lebih banyak, tetapi harus fokus pada tempat yang berpotensi medali di olimpiade dan Asian Games," tutup Presiden.
 
Menanggapi arahan Presiden Joko Widodo, Menpora menyampaikan perintah Presiden untuk prioritas cabor potensial medali olimpiade untuk segera dilaksanakan. "Tentu saja perintah dan arahan Pak Presiden harus kami tindak lanjuti sesegera mungkin, beberapa cabor seperti angkat besi, panahan dan cabor terukur lainnya kami akan memindahkan pelatnasnya ke Olimpic Center di Cibubur, fasilitasnya telah disiapkan," kata Menpora.
 
Terkait fokus pendanaan untuk olahraga, Menpora telah mengungkapkan kepada Presiden akan dibentuknya Yayasan Dana Olahraga. "Alhamdulillah Bapak Presiden mendukung gagasan pembentukan Yayasan Dana Olahraga. Yayasan ini sebagai pendampingan sekaligus bantuan kepada pendanaan dan masa depan atlet karena APBN untuk pemberian bonus dan tunjangan atlet tidak sebesar yang diharapkan maka dibutuhkan lembaga yang didukung semua pihak untuk mendanai olahraga," ucap Menpora.
 
Ia menambahkan, terkait dana Yayasan Dana Olahraga tidak menutup kemungkinan dari dana CSR dan dari sumbangan manapun. "Yayasan Dana Olahraga ini dipastikan dikelola dengan baik, akuntabel, transparan, terbuka dan peruntukannya jelas, semua masyarakat harus mengontrol ini karena martabat bangsa mampu diraih juga karena perjuangan pahlawan olahraga," ujarnya.
 
"Dalam waktu dekat kami akan segera panggil KONI/KOI, Satlak Prima, cabang-cabang olahraga dan Deputi Peningkatan Prestasi untuk duduk bersama untuk memetakan cabor yang berpotensi olimpiade seperti bulu tangkis, panahan, angkat besi, rowing, atletik, renang dan lain sebagainya akan kita evaluasi segera," tutup pria 42 tahun ini.
 
Atlet ganda campuran bulu tangkis peraih emas Liliyana Natsir berharap momentum baik ini mampu membangkitkan kepada generasi muda untuk lebih berprestasi lagi di even internasional. "Saya berharap tradisi emas olimpiade bulutangkis tidak putus sampai di sini. Mudah -mudahan perhatian dari pemerintah ditambah tunjangan seumur hidup mampu merangsang para orang tua anak mendukung anaknya menjadi atlet," harap Butet. 
 
Tampak mendampingi Menpora CdM kontingen Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari, Ketua PB PBSI Gita Wirjawan, Ketua KONI Tono Suratman, Ketua Satlak Prima Achmad Sudtjipto, Taufik Hidayat, Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Gatot S. Dewa Broto dan Kepala Biro Humas dan Hukum Amar Ahmad. (adv/jpnn)

SHARES
loading...
loading...
Masukkan komentarmu disini