Saran Kiai Cholil kepada Jenderal Dudung yang Bilang Jangan Terlalu Dalam Mempelajari Agama

Saran Kiai Cholil kepada Jenderal Dudung yang Bilang Jangan Terlalu Dalam Mempelajari Agama
Ketua MUI Muhammad Cholil Nafis (Kiai Cholil) tak paham dengan ucapan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman yang bilang jangan terlalu dalam mempelajari agama. Ilustrasi Foto: Tangkapan layar video pada akun TNI AD di Youtube.

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhammad Cholil Nafis tidak paham substansi ucapan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman yang bilang jangan terlalu dalam mempelajari agama.

"Saya tidak tahu apa yg dimaksud beliau (Jenderal Dudung, red). Makanya saya tanya? Apa maksudnya?" tanya Kiai Cholil -Muhammad Cholil Nafis kepada JPNN.com, Senin (6/12).

Menurut Kiai Cholil, pernyataan Jenderal Dudung itu justru berbenturan dengan salah satu hadis yang mengajak umat Islam memahami, bahkan mendalami ajaran-ajaran agama.

"Orang yang dikehendaki baik oleh Allah SWT. Di antaranya, orang yang paham agama, bahkan yang mendalami agama," ucap pria yang menempuh Pendidikan Kader Ulama (PKU) MUI itu.

Oleh karena itu, Kiai Cholil menyarankan Jenderal Dudung ke depan lebih fokus kepada tugasnya sebagai KSAD.

Misalnya, kata Kiai Cholil, menyelesaikan konflik di Papua hingga meningkatkan kesejahteraan prajurit TNI.

"Kesejahteraan TNI juga perlu diperhatikan, profesionalismenya juga perlu ditingkatkan. Saya pikir fokus itu lebih baik," ujar eks Anggota Dewan Syariah Nasional MUI itu.

KSAD Jenderal Dudung Abdurachman sebelumnya memberikan ceramah subuh di salah satu masjid dan pada akhirnya menuai sorotan publik.

Ketua MUI Muhammad Cholil Nafis (Kiai Cholil) tak paham dengan ucapan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman yang bilang jangan terlalu dalam mempelajari agama.