Saran Rizal Ramli untuk Atasi Kemelut Papua

Saran Rizal Ramli untuk Atasi Kemelut Papua
Rizal Ramli. Foto: dok/JPNN.com

Menurut Rizal, Gus Dur tidak pernah mempermasalahkan ucapan masyarakat Papua yang ingin merdeka dan keluar dari RI, namun selalu menjadikannya sebagai pintu introspeksi serta merangkul masyarakat.

"Itu sebetulnya ungkapan dari rasa ketidakadilan. Itulah kenapa buat Gus Dur tidak ada masalah yang ngomong kayak begitu, bahkan dirangkul. Kalau salah kita benerin," ujar mantan Menko Ekuin era pemerintahan Presiden Gus Dur itu.

Langkah kedua, aparat keamanan harus menindak tegas para pelaku yang mengintimidasi dan mengeluarkan ucapan rasial pada warga Papua di Asrama Surabaya dan Malang.

“Jangan yang di Papua dan mahasiswa yang demo saja yang ditangkap, tapi di Surabaya bagaimana? Yang di Malang bagaimana? Harusnya pelaku rasial itu langsung ditangkap dan diproses hukum dong!” kata Rizal.

Mantan anggota Tim Panel Bidang Ekonomi PBB itu mengkhawatirkan bila isu rasial ini dibiarkan berlarut-larut, maka tidak menutup kemungkinan Indonesia akan dianggap sebagai pelanggar hak asasi manusia (HAM) oleh dunia internasional.

Pasalnya, dalam International Convention on the Elimination of All Forms of Racial Discrimination (ICERD) secara tegas telah disepakati adanya penghapusan segala bentuk diskriminasi rasial.

"Dunia internasional bisa manfaatkan sebagai pintu masuk pelanggaran HAM bila isu rasial ini tidak ditindak tegas dan dibiarkan berlarut," tukas Rizal.

Ketiga, berkaitan dengan adanya kelompok bersenjata, Rizal Ramli mendukung cara-cara yang sudah dilakukan pemerintah dalam menindak tegas para pelaku tersebut.

Tokoh nasional, Rizal Ramli menyatakan kemelut di Papua tidak bisa diselesaikan dengan cara-cara represif.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News