JPNN.com

Satgas Pamtas RI-Malaysia Amankan 12 orang PMI Ilegal, Nih Penampakannya

Rabu, 10 Februari 2021 – 23:06 WIB
Satgas Pamtas RI-Malaysia Amankan 12 orang PMI Ilegal, Nih Penampakannya - JPNN.com
Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas memeriksa barang bawaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Non-Prosedural yang ditangkap saat akan kembali ke Indonesia dari Malaysia melalui hutan atau jalur tidak resmi. Foto: Puspen TNI

jpnn.com, SANGGAU - Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas berhasil mengamankan 12 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) Non-Prosedural.

Mereka ditangkap saat akan kembali ke Indonesia dari Malaysia melalui hutan atau jalur tidak resmi.

Seluruh PMI Non Prosedural tersebut diamankan saat melewati jalur sisi kanan luar Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, Kabupaten Sambas, Kalbar, Selasa (10/2/2021).

Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas Letkol Inf Alim Mustofa di Mako Satgas Entikong, Kabupaten Sanggau, mengatakan PMI tersebut diamankan oleh anggota Pos Pamtas Sajingan Terpadu Satgas Yonif 642 yang berjaga di sektor kanan PLBN Aruk, karena berusaha masuk ke Indonesia melewati jalur tidak resmi.

“Saya telah memerintahkan kepada seluruh personel jajaran Satgas Yonif 642 agar terus melaksanakan peningkatan pengawasan terhadap jalur-jalur tidak resmi di perbatasan RI-Malaysia untuk mencegah adanya kegiatan dan lalu lintas barang maupun orang secara ilegal,” tuturnya.

Selain itu, pengawasan makin diintensifkan sehubungan dengan wabah Covid-19 yang belum berakhir.

Dansatgas menambahkan Satgas Yonif 642/Kapuas bersama instansi terkait, dalam hal ini yaitu CIQ (Customs, Immigration, Quarantine), ingin memastikan semua WNI yang masuk ke Tanah Air dari Malaysia harus melalui rangkaian pemeriksaan Protokol Kesehatan Covid-19 di PLBN Aruk.

“Semenjak diberlakukan kebijakan Lockdown di Malaysia, aktivitas kembalinya PMI dari Malaysia semakin meningkat, hal itu karena di Negeri Jiran sana, para PMI tersebut sudah diberhentikan dari pekerjaannya,” jelasnya.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...