Senin, 23 April 2018 – 12:59 WIB

Satu Dari Lima Anak Australia Kadang Kelaparan

Senin, 16 April 2018 – 08:00 WIB
Satu Dari Lima Anak Australia Kadang Kelaparan - JPNN.COM

Sebuah laporan terbaru menyebutkan satu dari setiap lima anak Australia berada dalam kondisi perut lapar dalam 12 bulan terakhir.Diantara mereka bahkan ada yang terpaksa mengunyah kertas demi untuk berusaha merasa kenyang.

Survei terhadap 1.000 orang tua yang ditugaskan oleh Foodbank menunjukkan 22 persen anak-anak Australia di bawah usia 15 tahun tinggal di rumah tangga yang kehabisan makanan pada tahap tertentu selama setahun terakhir.

Satu dari lima anak terkena dampak pergi ke sekolah tanpa makan sarapan setidaknya sekali dalam sepekan, sementara satu dari 10 anak setidaknya sekali dalam seminggu tidak makan apa pun selama seharian penuh.

"Saya pikir itu merupakan temuan yang sangat menyedihkan bagi kita sebagai masyarakat," kata Direktur Eksekutif Foodbank Victoria, Dave McNamara.

"Kelompok warga yang paling rentan di komunitas kami - anak-anak kami, masa depan kami - menderita dan saya pikir itu tidak benar, saya pikir tidak ada satu pun orang yang membenarkan hal tersebut.”

Mengunyah kertas

Dave McNamara mengatakan, laporan itu menunjukkan lebih banyak anak-anak kelaparan di Australia daripada orang dewasa.

Apa yang dikatakan laporan ini:

  • Satu dari lima anak kelaparan dalam beberapa tahun terakhir
  • Dari mereka, 18 persen pergi ke sekolah tanpa makan sarapan setidaknya sekali seminggu
  • 11 persen tidur tanpa makan malam setidaknya sekali seminggu
  • 9 persen seharian tidak makan apapun setidaknya sekali seminggu
  • 29 persen orang tua yang menghadapi situasi kekurangan makanan sering kali memilih tidak makan agar anak-anak mereka dapat makan 
    (Sumber: Rumbling Tummies: Child Hunger in Australia (Foodbank))

"Kami mendengar cerita anak-anak yang datang dengan bekal keripik dan coke [ke sekolah], itu sarapan dan sekaligus makan siang mereka."

"Beberapa anak bahkan ada yang memakan kertas. Orang tua mereka mengatakan kepada mereka 'Tidak ada cukup makanan, jika Anda lapar, Anda harus mengunyah kertas.'"

"Ini bukan kisah yang dibuat-buat. Ini adalah cerita yang kami dengar ketika kami menyiapkan salah satu program sarapan di sekolah kami di Lakes Entrance di negara bagian Victoria yang merupakan bagian yang indah di Australia."

"Tidak ada yang terhindar. Itu bukan orang-orang yang hidup di jalanan; tapi mereka adalah orang-orang yang tinggal di lingkungan anda. Di setiap komunitas di seluruh Australia."

Collin Peebles, Kepala Eksekutif Pusat Bantuan Makanan di Geelong, Victoria mengatakan permintaan bantuan makanan telah melonjak selama tiga tahun terakhir.

"Baru-baru ini kami memiliki seorang gadis berusia tujuh tahun mendatangi Bank Makanan pada Kamis sore, dia belum makan apapun selama lima hari," katanya.

Dia mengatakan tekanan hipotek dan biaya hidup mendorong keluarga untuk menggunakan bank makanan untuk pertama kalinya.

Perjuangan seorang ibu untuk menghidangkan makanan

Louise Holland sangat paham bagaimana rasanya terus-menerus khawatir tidak memiliki cukup makanan untuk memberi makan anak-anaknya.

Mantan perawat, dari Sydenham di barat laut Melbourne, tengah mengambil cuti dari pekerjaannya guna merawat suaminya yang sakit lima tahun lalu.

Suaminya meninggal pada tahun 2016, meninggalkannya sebagai pengasuh tunggal untuk keempat anaknya.

Setelah tabungan keluarga habis, semakin sulit untuk memenuhi kebutuhan.

"Kami akan makan daging cincang tingkat rendah, sosis ... apa pun yang dapat mengisi perut dan murah harganya."

"Kadang-kadang anak-anak pergi ke sekolah tanpa makan siang. Selalu ada sesuatu di meja pada malam hari, tetapi itu mungkin tidak mengandung gizi sebagaimana seharusnya," katanya.

Terkadang kondisinya begitu buruk, sampai-sampai Hollanda dan putra tertuanya, Nathan, 20 tahun, tidak mau makan.

"Kami pikir selama yang lebih muda bisa makan, itu adalah hal yang utama."

Baru pada bulan Januari tahun ini dia memutuskan untuk mencari dukungan, beralih ke lembaga sosial penyedia dapur makanan Helping Hands di Airport west, sebuah pemukiman di pinggir Kota Melbourne.

Keluarga ini diizinkan untuk mengakses 20 kilogram makanan segar dan makanan pokok seminggu, untuk sebuah sumbangan koin emas.

"Itu adalah langkah yang sangat sulit untuk diambil," katanya sambil menangis.

"Tidak ada yang mau mengakui bahwa mereka tidak mampu, saya orang yang sangat bangga dengan diri sendiri. Tapi saya katakan kepada siapa saja yang menghadapi kesulitan untuk menyediakan makanan bagi keluarganya – carilah bantuan. Diluar sana ada tersedia bantuan."

Permintaan tinggi untuk membantu memberi makan keluarga

Melanie Kent mendirikan lembaga amal Helping Hand pada tahun 2007, awalnya untuk membantu orang-orang yang terkena dampak kekeringan di pedesaan Victoria.

Dia sekarang menjalankan tiga pantry makanan di Airport West, Sunshine dan dekat Bendigo, dan permintaan warga atas layanan mereka belum pernah terjadi sebelumnya.

Melanie Kent mengatakan sebanyak 600 keluarga telah mengakses layanan makanan dari dapur mereka setiap minggu, dan mayoritas dari mereka adalah wanita dan anak-anak.

"Ada makanan segar dan makanan sehat di sini untuk orang-orang, tetapi kadang-kadang juga penting bagi orang-orang untuk dapat mendapatkan cemilan," kata Melanie Kent.

"Aku pernah menemui seorang ibu yang datang kepada saya dan berkata," Anda tahu, saya mengambil barang-barang dari dapurmu seperti bar muesli. '"

"Dia berkata 'karena anda, anak-anak saya tidak tahu kalau kami miskin.'"

"Jadi makanan camilan juga penting untuk alasan berbeda untuk orang yang berbeda."

Meningkatnya biaya hidup berdampak pada anak-anak

Laporan itu menemukan orang tua yang hidup dalam kemiskinan sering memilih tidak makan agar anak-anak mereka akan memiliki sesuatu untuk dimakan.

Tiga puluh enam persen mengatakan mereka akan melewatkan makan setidaknya sekali seminggu sehingga anak-anak mereka dapat makan, sementara 29 persen lainnya setidaknya sekali seminggu melewatkan satu hari penuh tanpa makan sama sekali.

Laporan tersebut menemukan alasan utama orang tua kesulitan memberi makan pada anak-anak mereka adalah biaya hidup, termasuk hipotek atau biaya sewa dan utilitas.

McNamara mengatakan pemerintah perlu mengatasi masalah ini.

"Kita perlu melihat keterjangkauan perumahan ... biaya utilitas, kita perlu melihat perawatan kesehatan swasta, kita perlu melihat upah minimum: sesuatu yang bukan hanya upah minimum, tetapi juga upah yang layak untuk mereka hidup," katanya.

"Kemudian di sisi lain kita perlu membantu keluarga yang saat ini menghadapi masalah ini, dan itu berarti sektor pelayanan kesejahteraan perlu memiliki sumber daya yang tepat," katanya.

"Sebagai komunitas kita perlu mengatakan ini tidak benar, kita tidak akan membela masalah ini, tapi kita perlu mengubah dan memperbaikinya."

Laporan 'Rumbling Tummies: Child Hunger in Australia' dari Foodbank dilakukan oleh McCrindle.

Lembaga ini telah mensurvei 1.002 orang tua di Australia yang memiliki anak-anak di bawah usia 15 tahun dan 602 orang tua yang tinggal di rumah tangga yang tidak memiliki keamanan pangan.

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.

 
SHARES
Komentar