Saudi Mengaku, Turki Tetap Selidiki Kematian Khashoggi

Saudi Mengaku, Turki Tetap Selidiki Kematian Khashoggi
Penyidik Turki menggeledah kantor Konsulat Saudi di Istanbul terkait dugaan pembunuhan terhadap Jamal Khashoggi. Foto: Reuters

jpnn.com, ANKARA - Peran pemerintah Turki dalam mengungkap pembunuhan Jamal Khashoggi sangat besar. Sepekan terakhir, anak buah Presiden Recep Tayyip Erdogan tak henti-henti membocorkan ke media hasil penyelidikan polisi. Media yang sebagian besar mendukung pemerintah itu juga tak bosan-bosan memberitakannya. Kebanyakan berita tentu saja menyudutkan Arab Saudi.

Kini, setelah Saudi akhirnya mengakui Khashoggi tewas, Turki dikabarkan belum puas. Mereka bakal terus mencari tahu apa sesungguhnya yang terjadi dengan Khashoggi. Termasuk di antaranya di mana jenazahnya disembunyikan.

"Kami akan mencari tahu apa yang terjadi dengan tubuhnya (Khashoggi) secepatnya," tegas salah seorang pejabat senior Turki seperti dilansir Reuters, Sabtu (20/10).

Dia menambahkan, saat ini Turki tak akan bertanya kepada Saudi. Mereka yakin bisa menemukan Khashoggi. Sebab, DNA pria 59 tahun itu ditemukan di Turki.

Pencarian masih dilakukan di hutan Belgrad dan di dekat Kota Yalova yang berjarak 90 kilometer dari Istanbul. Dua mobil diplomatik Saudi menuju area tersebut pada hari kematian Khashoggi.

"Turki akan mengungkap semua yang terjadi. Tak perlu ragu. Kami tak menuduh siapa pun sebelumnya. Tapi, kami juga tak terima jika ada yang ditutupi," tandas Juru Bicara AKP Omar Celik seperti dilansir kantor berita pemerintah Turki Anadolu.

AKP adalah partai penguasa di Turki dan digawangi Presiden Recep Tayyip Erdogan. Sejak awal Turki memang tak menuding siapa pun sebagai dalang di balik kematian Khashoggi. Mereka hanya menyatakan bahwa Khashoggi tewas di dalam gedung Konsulat Saudi di Istanbul. (sha/c9/oni)


Peran pemerintah Turki dalam mengungkap pembunuhan Jamal Khashoggi sangat besar. Kini, setelah Saudi akhirnya mengakui Khashoggi tewas, Turki tetap tidak puas


Redaktur & Reporter : Adil

Sumber Jawa Pos

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News