Sayembara Terjun ke Sungai Copot Ban di Tubuh Buaya tak Ada Peminat, Datangkan Ahli dari Australia

Sayembara Terjun ke Sungai Copot Ban di Tubuh Buaya tak Ada Peminat, Datangkan Ahli dari Australia
Buaya liar berkalung ban bekas berjemur di Sungai Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (15/1/2020). Foto: ANTARA/Basri Marzuki

jpnn.com, PALU - Sayembara yang digelar Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah untuk menyelamatkan buaya yang terlilit ban motor bekas, tidak ada peminatnya.

Sayembara lantas ditutup, setelah hingga Minggu (2/2), belum ada satupun pihak yang menyatakan siap terjun ke Sungai Palu untuk melepaskan lilitan ban motor di hewan reptil tersebut.

BKSDA Sulteng lantas membentuktTim penyelamat buaya yang terlilit ban bekas itu, melibatkan BKSDA NTT, Polairud Polda Sulteng, dibantu oleh ahli buaya asal Australia.

Tim mencoba menggunakan bantuan drone atau pesawat tanpa awak untuk menyelamatkan hewan reptil tersebut, pada Kamis (13/2) sore.

Kali ini, pesawat tanpa awak tersebut diikat bersama umpan berupa ayam dan pelampung, dan diterbangkan mendekati target.

Umpan ayam tersebut diharapkan dapat dimangsa oleh hewan reptil tersebut. Sehingga, buaya berkalung ban dapat terindentifikasi keberadaannya dengan adanya pelampung yang sebelumnya diikatkan di ban tersebut.

''Saya berharap dengan drone itu, umpan dapat dimakan dan pada umpan itu ada pelampung yang nanti kami ikut pakai perahu,'' ungkap Matt Wright ahli buaya asal Australia.

Namun, kali ini cara tim penyelamat dengan menggunakan pesawat tanpa awak, lagi lagi tidak membuahkan hasil.

BKSDA Sulawesi Tengah membentuk tim melibatkan ahli buaya dari Australia untuk menyelamatkan buaya yang terlilit ban motor bekas.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News