SBY: Intelijen Lemah

Tidak Mampu Antisipasi Bentrokan di Sampang

SBY: Intelijen Lemah
SBY: Intelijen Lemah
Sementara itu, Kapolri Timur Pradopo mengatakan bahwa pihaknya telah menangkap tujuh orang yang ditetapkan sebagai tersangka. "(Perannya) ada pelaksana, ada penggerak," ujar dia. Masih ada tiga orang yang menjadi target karena dinilai bertanggung jawab atas insiden berdarah dengan latar belakang agama tersebut.

Pada perkembangan yang sama, Menkum HAM Amir Syamsuddin berharap masalah Sampang itu tidak terlalu dibawa ke arah agama, seolah-olah yang terjadi adalah pertikaian Sunni melawan Syiah. "Ada latar belakang masalah keluarga," ucapnya.

Nah, masalah pribadi itulah yang diharapkan bisa segera dipecahkan. Dia menyebutkan, bakal ada penegakan hukum yang tegas dalam penyelesaian konflik antarwarga itu. Termasuk mengevaluasi kenapa pertikaian itu kembali terjadi. "Berbagai pihak harus bersinergi mencari solusi dan pencegahannya," kata Amir. "Perintah presiden jelas, penegak hukum, dalam hal ini Kapolri, jaksa agung, dan hakim, untuk turun tangan," tegas dia. (wan/fal/dim/aga/c11/ca)


JAKARTA - Insiden berdarah di Sampang, Madura, Jawa Timur, Minggu lalu (26/8) menjadi perhatian serius pemerintah. Untuk membahas masalah tersebut,


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News