SBY Tetap Dukung Sri Sultan HB X jadi Gubernur

SBY Tetap Dukung Sri Sultan HB X jadi Gubernur
SBY Tetap Dukung Sri Sultan HB X jadi Gubernur
SBY pun meminta agar semua kalangan yang mempersoalkan pernyataannya tersebut, untuk kembali menyimak dengan baik apa yang dikatakannya. SBY pun mengulang kembali sambutannya pada Sidang Kabinet 26 November 2010 lalu, dan menjelaskan bahwa pernyataannya tidak menyentuh pada hal substansial dari keistimewaan yang dimiliki Yogyakarta.

"Saya tidak sampai pada putusan bahwa Gubernur dan Wakil Gubernur dipilih secara langsung atau tidak. Pengantar saya saat itu singkat, karena RUU itu masih dalam tahap penggodokan dan pematangan, sebelum diserahkan pada DPR. Saya persilakan kepada masyarakat luas untuk kembali memdengarkan pernyataan saya tersebut," ucap SBY.

SBY pun mengungkapkan fakta sejarah, bagaimana dirinya selalu mendukung keistimewaan yang dimiliki DIY. Lengkap dengan aspek kesejarahan yang tercakup dalam RUUK DIY. Bahkan SBY menegaskan, bahwa saat Sri Sultan Hamengkubowono pernah menyatakan tidak ingin menjadi Gubernur lagi tahun 2007, setahun menjelang masa tugas Sri Sultan berakhir, dirinya tetap memperpanjang masa tugas Sri Sultan hingga 2011.

"Saya selalu mengikuti dengan seksama, saat Sri Sultan menyampaikan orasi di depan publik, bahwa beliau tidak ingin lagi menjadi Gubernur setelah 2008. Namun selaku Presiden RI dan setelah mempertimbangkan usulan dari DIY, saya tetap ambil inisiatif untuk memperpanjang masa Gubernur DIY hingga 2011. Dan ke depannya, Yogyakarta memang tetap keistimewaannya," kata SBY. (afz/jpnn)

JAKARTA - Terjawab sudah kebingungan publik terhadap pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), perihal adanya sistem monarki di tengah


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News