Sebagian Wilayah Jawa Tengah Mulai Dilanda Kekeringan

Sebagian Wilayah Jawa Tengah Mulai Dilanda Kekeringan
Ilustrasi: Sejumlah warga antre untuk mendapatkan jatah saat penyaluran air bersih di Desa Tamansari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Rabu (14/6/2023). ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

"BPBD Kabupaten Grobogan telah mendistribusikan air bersih hingga 10.000 liter untuk menanggulanginya," ujar dia.

Berdasarkan informasi prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah Jawa Tengah memiliki peluang curah hujan yang sangat rendah dengan prakiraan kurang dari 90 persen atau di bawah 50 mm hingga dasarian 3 Juli 2023 mendatang.

Sebelumnya BMKG juga menyatakan musim kemarau di tahun ini akan lebih panjang dari periode sebelumnya karena ada fenomena El Nino.

"Selain kekeringan, musim kemarau tahun ini dapat memicu terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," katanya.

Oleh karena itu sebagai upaya antisipasi dalam menghadapi potensi bencana kekeringan selama musim kemarau, dia mengimbau kepada masyarakat agar menghemat dan mengelola penggunaan air dengan baik.

Dia mengimbau agar warga melalukan perbaikan lingkungan dengan menanam pohon, membangun atau merehabilitasi jaringan irigasi, konservasi air, serta melakukan perlindungan kepada sumber air bersih yang tersedia. (antara/jpnn)


Sebagian wilayah Jawa Tengah mulai dilanda kekeringan ditandai dengan adanya laporan dari sejumlah kabupaten terkait krisis air bersih.


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News