Sebelum Tewas Dibunuh dan Dibakar, Penjahat Sadis Ini Minta Diajari Ngaji

Sebelum Tewas Dibunuh dan Dibakar, Penjahat Sadis Ini Minta Diajari Ngaji
Jenazah Rudi saat akan dievakuasi pada Sabtu (21/2). Foto: Dokumen JPNN.com

Namun, setelah menghubungi keluarganya, bukannya mendapat jawaban yang mengenakkan, malahan saat itu keluarga menolak untuk mengambil jenazah Rudi dengan alasan dia sudah diusir dari keluarga dan orangtuanya tidak mengakui lagi sebagai anak. Namun setelah dijelaskan, akhirnya salah satu perwakilan keluarga yakni oomnya mau menjemput jenazah.

“Kami bukannya tidak mau mengurus jenazah, tapi kalau masih ada keluarganya kan lebih baik diurus keluarga. Padahal keluarga si Rudi ini termasuk orang yang berada, namun Lelek ini seperti dikucilkan dari keluarga sehingga menjadi temperamen,” jelasnya.

Sementara itu terkait kematian korban, sejauh ini pihak kepolisian sektor Rumbai melalui Kapolseknya AKP Franky Tambunan masih melakukan penyelidikan dan mengaku bahwa ciri-ciri pelaku juga telah diketahui.

“Dari hasil penyelidikan, visum dan autopsi, pelaku lebih dari satu orang. Dan kami sudah ketahui ciri-ciri pelaku untuk selanjutnya dilakukan pengejaran. Jenazah sudah dijemput oomnya, pasalnya ketika ditelpon orangtuanya mereka tidak ingin menjemput jenazah dan mengaku tidak kenal,” kata Kapolsek.(soleh saputra/riau pos/jpnn)

 


PEKANBARU - Ada kisah haru di balik tewasnya Rudi Adi (30) dengan kondisi terbakar yang menghebohkan masyarakat Pekanbaru, Sabtu (21/2) lalu). Di


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News