Sebuah Kehormatan Bagi Dian Asal Makassar Untuk Berkolaborasi dengan Musisi Aborigin

Sebuah Kehormatan Bagi Dian Asal Makassar Untuk Berkolaborasi dengan Musisi Aborigin
Versi baru lagu Gurrumul Yunupingu telah dirilis, lima tahun setelah kematiannya. (702 ABC Sydney: John Donegan)

Menurut Michael, perilisan versi lagu dalam bahasa Makassar ini akan memperkenalkan musik Gurrumul ke penikmat musik internasional dan melanjutkan warisannya.

"Kami sangat dekat, jadi saya selalu senang mengerjakan materinya, terutama karena saya memahami cara berpikir dan bekerja Gurrumul," kata Michael.

"Bila mengutip pamannya Djunga Djunga, yang seperti juru bicaranya selama hidup, ia mengatakan karyanya mencoba menceritakan kepada dunia sebanyak mungkin tentang kebudayaan Yolngu."

Hubungan kedua kebudayaan dibangkitkan

Hubungan Makassar dengan negara bagian utara Australia sudah banyak dipelajari, namun kapan persisnya hubungan ini dimulai masih diperdebatkan.

Sebagian percaya kontak dengan warga Pribumi Australia sudah dilakukan selama berabad-abad sebelum kedatangan bangsa Eropa.

Lebih tepatnya ketika nelayan Asia Tenggara menemukan dan mulai membudidayakan teripang di pesisir Australia.

Hubungan ini berlangsung selama dua hingga tiga abad sampai tahun 1900-an, bahkan dua kebudayaan ini jug memiliki bahasa dan cerita yang sama.

Dr Lily Yulianti Farid yang berasal dari Makassar meneliti perjumpaan nelayan dengan warga Aborigin di Monash University, Melbourne.

Hubungan warga Aborigin dan nelayan asal Makassar yang dituangkan dalam lagu Bayini kini dibawakan kembali dengan musisi dari dua bangsa

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News