Rabu, 18 Oktober 2017 – 16:06 WIB

Sejarah Naik Turun Hubungan Kurdi-Irak

Minggu, 01 Oktober 2017 – 06:48 WIB
Sejarah Naik Turun Hubungan Kurdi-Irak - JPNN.COM

jpnn.com - Etnis Kurdi di Irak sudah berpuluh-puluh tahun memperjuangkan kemerdekaan. Mulai cara damai sampai pemberontakan bersenjata pernah digunakan suku bangsa yang tinggal di wilayah utara Irak tersebut.

Namun, tidak pernah suara mereka sekeras dan sejelas Senin (25/9) lalu. Sekitar 2,8 juta Kurdi memilih "ya" dalam referendum kemerdekaan.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Irak tentu tidak begitu saja merelakan wilayah Kurdi lepas. Bersama beberapa negara Timur Tengah lainnya, serta Amerika Serikat, mereka berusaha menjegal mimpi warga Kurdi.

Berikut sejarah singkat hubungan Irak-Kurdi dari tahun ke tahun. (dil/jpnn/jpg)

1920 – Pasal 64 Treaty of Sevres yang disepakati Ottoman dan League of Nations memberikan peluang bagi kaum Kurdi yang tinggal di Kota Mosul untuk membentuk pemerintahan mandiri.

1932 – Kurdi menuntut haknya untuk membentuk otonomi khusus di Iraq. Tapi, permintaan itu tak dikabulkan.

1958 – Iraq mengesahkan konstitusi baru yang mengakui hak-hak nasional kaum Kurdi. Mullah Mustafa Barzani yang sempat bersembunyi di Rusia kembali ke Iraq.

1961 – Sekelompok kaum Kurdi memberontak terhadap pemerintah Iraq. Pemberontakan berhasil dipadamkan. Partai Demokratik Kurdi alias Kurdistan Democratic Party (KDP) yang berdiri pada 1946 dibubarkan.

Sumber : Jawa Pos
SHARES
loading...
loading...
Komentar