Sekelumit Kisah Pendamping Lansia, Pengabdian Tanpa Henti di Tengah Pandemi Corona

Sekelumit Kisah Pendamping Lansia, Pengabdian Tanpa Henti di Tengah Pandemi Corona
Pengabdian. Nawula, seorang pekerja sosial menceritakan suka duka pengabdiannya selama 28 tahun di BRSLU Budhi Dharma Bekasi, Rabu (23/12). Foto: Humas Kemensos.

jpnn.com, BEKASI - Pandemi Covid-19 masih belum usai. Bukan berarti pengabdian pekerja sosial di Balai Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (BRSLU) Budhi Dharma, Bekasi, Jawa Barat, harus selesai. 

Lewat program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) Kementerian Sosial (Kemensos), para pekerja sosial di BRSLU Budhi Dharma membuktikan pengabdian tanpa henti itu.

Program ATENSI dibuat dengan latar belakang penghormatan, perlindungan, pemenuhan hak-hak kaum lansia.

ATENSI merupakan perubahan pendekatan, tidak hanya berbasis residensial, tetapi juga keluarga sekaligus komunitas.

Nawula, seorang Pekerja Sosial Ahli Pertama yang sudah bertugas selama 28 tahun tetap bersemangat dalam menjalankan pekerjaannya.

Banyak suka duka yang dialaminya selama menjalani pekerjaan mulia itu.

Ia menceritakan harus siap 24 jam. Terutama bila ada lansia yang sakit.

“Kalau ada nenek yang sakit walaupun itu tengah malam saya harus turun untuk mengantarkannya ke rumah sakit,” kata Nawula.

Program ATENSI dibuat dengan latar belakang penghormatan, perlindungan, pemenuhan hak-hak kaum lansia.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News