Sekitar 200 Warga Indonesia Meninggal Akibat Demam Berdarah 2 Bulan Terakhir

Sekitar 200 Warga Indonesia Meninggal Akibat Demam Berdarah 2 Bulan Terakhir
Sekitar 200 Warga Indonesia Meninggal Akibat Demam Berdarah 2 Bulan Terakhir

Tim peneliti UGM masih terus memantau kejadian kasus DBD di Yogyakarta, yang secara nasional tidak terlalu signifikan

"Kami belum berani menyimpulkan bahwa 'ya ini adalah karena pelepasan nyamuk Wolbachia'."

Ia menuturkan, untuk menuju tahap itu dibutuhkan data yang komplit dan paripurna.

"Karena kami kan harus punya data yang komplit untuk bisa mengatakan 'ya itu memang dari Wolbachia' atau mungkin memang masyarakat sudah melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan lebih teratur, lebih baik sehingga angka kasunya menjadi lebih rendah," tegas Equatori.

Ikuti berita-berita lain di situs ABC Indonesia.



Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News