Sekitar 200 Warga Indonesia Meninggal Akibat Demam Berdarah 2 Bulan Terakhir

Sekitar 200 Warga Indonesia Meninggal Akibat Demam Berdarah 2 Bulan Terakhir
Sekitar 200 Warga Indonesia Meninggal Akibat Demam Berdarah 2 Bulan Terakhir

Studi bernama 'Proyek Berantas Demam Berdarah' (EDP) yang dilakukan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini adalah eksperimen jangka menengah yang telah dimulai sejak tahun 2012.

Nyamuk di Yogyakarta diinfeksi dengan sebuah bakteri bernama Wolbachia, yang mengubah kemampuan nyamuk dalam membawa dan mentransmisikan penyakit DBD.

Sejauh ini, tim UGM telah melepas sekitar 6 juta nyamuk yang terinfeksi Wolbachia di berbagai tempat di DIY.

"Dulu memang ada pelepasan nyamuk skala terbatas, skala kecil, di Sleman dan Bantul. Dua dusun di Sleman, dua dusun di Bantul. tetapi secara penelitian, skala luasnya itu di kota Yogya, dibagi jadi dua tahap."

"Tahap pertama di daerah Barat dengan daerah kontrol di bagian Timur, Kotagede. Nah yang ditunggu ini, juga oleh WHO, itu adalah di daerah tengah kota Yogya. Itu kami bagi jadi 24 kluster, 12 kluster kami lepas nyamuk dan 12 kluster tidak dilepas," jelas Equatori Prabowo, spesialis media dan komunikasi EDP.

Hingga hampir 7 tahun berjalannya penelitian ini, belum ada hasil pasti yang bisa dibagi oleh para peneliti.

"Kami sekarang masih menunggu hasil, terbukti efektif apa tidak. Kemungkinan proyek ini akan selesai akhir 2020. Awalnya 2018 malah, kemudian diperpanjang jadi 2019, lalu mengacu jumlah kasus secara nasional di 2018 itu turun, jadi secara responden yang kami dapatkan di Puskesmas juga sedikit," papar Equatori kepada ABC melalui sambungan telepon.

"Itu akhirnya jadi alasan mengapa kami perpanjang sampai hari ini," imbuhnya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News