Sekjen Anwar Sebut 4 Isu Prioritas yang Akan Dibahas di G20 Bidang Ketenagakerjaan

Sekjen Anwar Sebut 4 Isu Prioritas yang Akan Dibahas di G20 Bidang Ketenagakerjaan
Sekjen Kemnaker yang juga Chair G20 EWG Indonesia 2022 Anwar Sanusi saat menghadiri G20 Employment Working Group (EWG) Hand Over Meeting secara virtual, Rabu (3/11). Foto: Kemnaker

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi menerima Keketuaan Forum G20 Bidang Ketenagakerjaan dari Presidensi Italia secara virtual pada acara G20 Employment Working Group (EWG) Hand Over Meeting, Rabu (3/11).

Sekretaris Jenderal Kemnaker yang juga Chair G20 EWG Indonesia 2022 Anwar Sanusi memberikan gambaran besar pelaksanaan G20 EWG 2022 Indonesia yang akan mengangkat isu prioritas, termasuk dengan jadwal pelaksanaan pertemuan selama setahun ke depan.

Sekjen Anwar menyampaikan G20 bidang ketenagakerjaan akan mengangkat tema Improving The Employment Condition To Recover Together (meningkatkan kondisi pekerjaan untuk pulih bersama) yang mendukung tujuan G20 Presidensi Indonesia 2022, yaitu Recover Together, Recover Stronger (pulih bersama, pulih lebih kuat).

“Tema ini mencerminkan semangat bersama untuk meningkatkan kondisi ketenagakerjaan di masa pandemi dan pascapandemi, termasuk dalam menghadapi tantangan transformasi teknologi dan pekerjaan masa depan,” kata Sekjen Anwar melalui keterangan yang diterima Kamis (4/11).

Dia menyebutkan ada empat isu prioritas yang menjadi fokus bahasan terkait dengan tema tersebut, yaitu penciptaan lapangan kerja berkelanjutan menuju perubahan dunia kerja (sustainable job creation towards changing world of work), serta pasar tenaga kerja inklusif dan pekerjaan afirmatif untuk penyandang disabilitas (inclusive labour market and affirmative jobs for persons with disabilities).

Dua isu prioritas lainnya, yaitu pengembangan kapasitas manusia untuk pertumbuhan produktivitas yang berkelanjutan (human capacity development for sustainable growth of productivity) dan perlindungan tenaga kerja adaptif di dunia kerja yang berubah (adaptive labour protection in the changing world of work).

Menurutnya, seluruh isu prioritas tersebut akan dibahas dalam empat kali pertemuan kelompok kerja bidang ketenagakerjaan dalam keketuaan Indonesia, baik secara online maupun offline.

“Hasil dari pembahasan ini selanjutnya akan diadopsi pada Pertemuan Tingkat Menteri Tenaga Kerja dan Perburuhan G20 atau G20 Labour and Employment Ministers Meeting yang rencana diselenggarakan di Mandalika, Nusa Tenggara Barat,” jelas Sekjen Anwar.

Pemerintah Indonesia melalui Kemnaker menerima Keketuaan Forum G20 Bidang Ketenagakerjaan dari Presidensi Italia.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News