Sekjen PBNU: Ucapan Letjen Dudung Konteksnya Kebangsaan

Sekjen PBNU: Ucapan Letjen Dudung Konteksnya Kebangsaan
Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa (2/3). Dia menilai pernyataan Letjen Dudung dalam konteks kebangsaan. Ilustrasi Foto : Ricardo/JPNN.com

"Maka, implementasi ketakwaan itu selain ibadah ritual kita makin bagus, juga tercermin dalam relasi sosial, sedekah, dan sikap kedermawanan," ujar Helmy.

Letjen Dudung sebelumnya memberikan penjelasan atas ucapannya yang menyebut semua agama benar di mata Tuhan, yang belakangan dikomentari beberapa pihak, satu di antaranya dari pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Dudung pun mengaku sebagai Pangkostrad perlu mengatakan semua agama benar di hadapan prajuritnya. Sebab, dirinya memiliki prajurit yang berasal dari berbagai pemeluk agama.

"Saya ini Panglima Kostrad, bukan ulama. Jika ulama mengatakan bahwa semua agama itu benar, berarti ia ulama yang salah," kata Dudung dalam keterangan persnya, Kamis (16/9).

Dirinya mengaku tidak mau prajurit di Kostrad terjebak dalam fanatisme berlebihan sehingga dirinya berucap tentang semua agama benar.

"Saya ingin anak buah saya jangan sampai terpengaruh dengan pihak luar di dalam beribadah. Hal ini agar tidak menimbulkan fanatisme yang berlebihan. Kemudian menganggap agama tertentu paling benar. Sementara agama lainnya, salah," beber Dudung. (ast/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:

Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini meminta publik memahami pernyataan Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman atau Letjen Dudung dalam konteks kebangsaan.


Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News