Sekjen PBNU: Ucapan Letjen Dudung Konteksnya Kebangsaan

Sekjen PBNU: Ucapan Letjen Dudung Konteksnya Kebangsaan
Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa (2/3). Dia menilai pernyataan Letjen Dudung dalam konteks kebangsaan. Ilustrasi Foto : Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Sekjen PBNU) Helmy Faishal Zaini meminta publik memahami dengan tepat pernyataan Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen Dudung Abdurachman di Markas Yonzipur 9/Para, Divif 1 Kostrad, Bandung, Senin (13/9) lalu.

Sebab, kata Helmy, Letjen Dudung berbicara dalam konteks kebangsaan ketika jenderal bintang tiga itu menyebut semua agama benar di mata Tuhan, dalam acara di Markas Yonzipur 9.

"Kita harus memahaminya dari sudut pandang kebangsaan dan kenegaraan. Semua agama sama dalam konteks semua agama mengajarkan kebaikan. Spirit ini yang harus kita pahami bersama," kata eks Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) itu melalui layanan pesan, Kamis (16/9).

Menurut Helmy, sikap merasa paling benar dalam beragama harus dihindari dalam konteks kebangsaan.

Sebab, sikap tersebut akan melahirkan fanatisme berlebihan dan menganggap semua yang di luar keyakinannya salah.

"Ini yang harus kita hindari bersama," ujar sekjen PBNU itu.

Pria kelahiran Cirebon itu menuturkan kehidupan beragama tidak boleh terus berada di ruang eksklusif.

Pasalnya, agama bisa juga menginspirasi lahirnya perbuatan baik yang tercermin dalam wujud kesalehan ritual dan sosial.

Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini meminta publik memahami pernyataan Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman atau Letjen Dudung dalam konteks kebangsaan.