Letjen Dudung: Saya Ini Panglima Kostrad, Bukan Ulama

Letjen Dudung: Saya Ini Panglima Kostrad, Bukan Ulama
Letjen TNI Dudung Abdurachman semasa jadi Pangdam Jaya. Foto: arsip jpnn.com/Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad) Letnan Jenderal (Letjen) TNI Dudung Abdurachman memberikan penjelasan atas ucapannya yang menyebut semua agama benar di mata Tuhan.

Pernyataan itu sebelumnya disampaikan Letjen Dudung saat menghadiri acara di Markas Yonzipur 9/Para, Divif 1 Kostrad, Bandung, Senin (13/9).

Belakangan ucapan Dudung itu dikritik oleh sejumlah pihak, satu di antaranya dari pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Menjawab kritik itu, Dudung pun mengaku sebagai Pangkostrad perlu mengatakan semua agama benar saat berbicara di hadapan prajuritnya.

Sebab, eks Pangdam Jaya itu memiliki prajurit yang berasal dari berbagai pemeluk agama.

"Saya ini Panglima Kostrad, bukan ulama. Jika ulama mengatakan bahwa semua agama itu benar, berarti ia ulama yang salah," kata Dudung dalam keterangan persnya, Kamis (16/9).

Jenderal bintang tiga itu mengaku tidak mau prajurit di Kostrad terjebak dalam fanatisme berlebihan sehingga dirinya berucap tentang semua agama benar.

"Saya ingin anak buah saya jangan sampai terpengaruh dengan pihak luar di dalam beribadah. Hal ini agar tidak menimbulkan fanatisme yang berlebihan. Kemudian menganggap agama tertentu paling benar. Sementara agama lainnya, salah," beber Dudung.

Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman atau Letjen Dudung memberikan penjelasan atas ucapannya tentang semua agama benar di mata Tuhan yang menuai kritik.