Selama 29 Tahun, KLHK Sebut Ada Penurunan Luas Hutan 62,8 Persen di DAS Barito Kalsel

Selama 29 Tahun, KLHK Sebut Ada Penurunan Luas Hutan 62,8 Persen di DAS Barito Kalsel
Ilustrasi hutan yang ada di wilayah Kalimantan Selatan. Foto: Antaranews Kalsel/Hasan Z

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebut bahwa telah terjadi penurunan jumlah luas hutan khususnya di daerah aliran sungai (DAS) Barito di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK Karliansyah mengatakan, dari data yang dimiliki, telah terjadi penurunan sebanyak 62,8 persen dalam kurun waktu 29 tahun di DAS Barito tersebut. 

"Dalam kurun waktu 1990 hingga 2019 terjadi penurunan luas hutan alam sebesar 62,8 persen," ujar dia dalam acara "Informasi Banjir Kalimantan Selatan" yang digelar secara daring, Selasa (19/1).

Menurut Karliansyah, penurunan terbesar terjadi pada1990 hingga 2000. "Saat itu penurunan mencapai 55,5 persen," imbuh dia.

Namun, KLHK menilai penurunan jumlah hutan itu bukan faktor utama banjir, melainkan hujan menjadi faktor utama penyebab banjir di provinsi itu.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Perencanaan dan Evaluasi Pengendalian Daerah Aliran Sungai KLHK Saparis Soedarjanto. Dari hasil analisis pihaknya, banjir di beberapa wilayah di Kalimantan Selatan disebabkan oleh berbagai faktor. 

Salah satu contohnya, kata dia banjir di Kabupaten Banjar dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah terjadi karena faktor lokasi, bentuk daratan, curah hujan, dan aktivitas sekitar.

Kedua wilayah tersebut berada pada pertemuan dua anak sungai sehingga akumulasi air yang berkumpul di sana besar. Kedua anak sungai bertemu di lereng kaki dan tekuk lereng.

KLHK menyebut telah terjadi penurunan jumlah luas hutan di DAS Barito Kalimantan Selatan tetapi hal tersebut bukan faktor utama banjir yang terjadi di sana.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News