Semarak Galang Gerak Budaya Tapal Kuda di Pura Mandara Giri Semeru Agung

Semarak Galang Gerak Budaya Tapal Kuda di Pura Mandara Giri Semeru Agung
Galang Gerak Budaya Tapal Kuda, panitia Kabupaten Lumajang menggelar pertunjukan multibentuk di Gedung Serbaguna Pura Mandara Giri Semeru Agung. Foto: dok GGBTK

Tari godril kreasi dan godril klasik yang diambil dari pertunjukan tayub menyapa penonton melalui gerak gemulai penari.

Mereka diajak kembali untuk menikmati kasanah lokal yang sudah dikreasi-ulang sehingga kaum muda tertarik untuk ikut menari.

Tari topeng Kaliwungu kembali dihadirkan karena kesenian ini merupakan salah satu kekayaan budaya Lumajang yang sudah diakui sebagai warisan budaya tak benda (WBTB), sehingga perlu terus disebarluaskan.

Para penari dengan pakaian merah yang melambangkan ketegasan dan keberanian menyuguhkan gerakan-gerakan atraktif Prabu Baladewa.

Setelah itu, para penonton diajak bergeser ke halaman gedung serbaguna untuk menyaksikan atraksi dua jaran kincak beserta pemiliknya. Atraksi kedua kuda tersebut memukau penonton, sehingga banyak dari mereka yang merekam dengan kamera HP.

Untuk menunjukkan semangat kerjasama antarsanggar dan gen Z, panitia juga menyuguhkan tari kolaborasi yang diikuti semua penampil. Mereka menyuguhkan tari dan musik yang memadukan kekayaan budaya Jawa, Madura, dan Tengger.

Ini membuktikan bahwa kegaraman etnis dan agama di Senduro merupakan keindahan kalau warga masyarakat dan pelaku seni bisa memaknainya dengan jalan kebudayaan. Artinya, bermodal kreativitas dan semangat kerukunan, perbedaan akan menjadi sumber kultural untuk menghasilkan karya estetik yang menghibur sekaligus menuntun.

Sebagai penutup, para seniman mempersembahkan jaranan campursari yang sangat digemari kaum muda.

Suara alunan musik gamelan rancak segera mengalun, mengiringi para penari remo Lumajangan di Pura Mandara Giri Semeru Agung.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News