Sembilan Tahun TdS Berjalan, Warga Belum Rasakan Dampaknya

Sembilan Tahun TdS Berjalan, Warga Belum Rasakan Dampaknya
Tour de Singkarak di Sumatera Barat. Foto: www.tourdesingkarak.id

jpnn.com, LIMAPULUH KOTA - Kebagian menjadi tempat start Tour de Singkarak (TdS) 2017 pada etape 7, Jumat (24/11), Limapuluh Kota menyuguhkan keindahan alam.

Di antaranya Lembah Harau, fly over Kelok 9 hingga bentangan sawah dengan latar belakang Gunung Sago yang jadi pemandangan alam daerah ini.

Namun di balik itu, banyak keluhan yang muncul dari masyarakat. Bahkan mereka menilai dari sembilan kali pelaksanaan, even tersebut sama sekali belum memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat.

Melainkan, baru sekadar menguntungkan pihak-pihak tertentu saja.

Dan, juga tak sedikit warga mengeluhkan penutupan jalan akibat even balap sepeda internasional ini.

”Kita terpaksa menunggu hingga jalan kembali dibuka, jujur saja bagi kita orang kecil ini belum merasakan dampak positifnya even balap sepeda internasional ini,” ungkap Wita, 46, salah seorang warga dengan nada jengkel dengan penutpan jalan akibat TdS, Jumat (24/11).

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Limapuluh Kota, Syamsul Mikar saat ditemui Padang Ekspres, kemarin. Menurut Syamsul, TdS sepertinya belum menunjukkan imbas positif terhadap masyarakat, terutama sisi ekonomi.

Malah menurutnya, lebih banyak menuai kerugian dari pengguna jalan yang merasa terganggu dengan penutupan jalan. ”Pemilik kendaraan angkutan barang atau penumpang bersama pengguna jalan lainnya, juga mengeluh,” sebutnya.

Kebagian menjadi tempat start Tour de Singkarak (TdS) 2017 pada etape 7, Jumat (24/11), Limapuluh Kota menyuguhkan keindahan alam.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News