Semestinya Tak Ada Toleransi untuk Kompol Yuni Purwanti

Karena itu, kata legislator Partai Demokrat ini, siapa pun yang bermain-main dengan penyalahgunaan narkoba harus berhadapan dengan hukum termasuk jeruji besi.
"Dalam konteks itu, logikanya apabila ada polisi sebagai penegak hukum yang seharusnya memberantas narkoba, dan ternyata menyalahgunakan narkoba, idealnya juga harus zero toleransi dalam penanganannya," tegas Didik.
Di sisi lain, sebagai bagian moral force, maka atensi terhadap penanganan kasus ini harus sangat serius.
Didik mengingatkan jangan sampai ada anggapan kalau masyarakat yang melakukan penyalahgunaan narkoba langsung dipenjara. Sementara bila aparat penegak hukum yang melakukan, ada pengecualian.
Baca Juga: Uni Irma Soroti Penyidikan Dugaan Korupsi BPJS Ketenagakerjaan di Kejagung
"Kalau terjadi demikian di mana rasa keadilan publik, di mana profesional dan transformasi Polri menuju yang Presisi?" ucap politikus asal Jawa Timur ini mempertanyakan.
Untuk itu dia meminta kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan atensi serius terhadap persoalan yang menjerat Kompol Yuni Purwanti.
Sebab, apabila rasa keadilan publik terganggu, atau penanganannya tidak transparan, tidak profesional dan tidak akuntabel serta mencederai rasa keadilan publik, tentu akan semakin menambah panjang deret ukur ketidakpercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
Anggota Komisi III DPR Didik Mukrianto mengatakan penanganan kasus Kompol Yuni Purwanti harus zero toleransi.
- Minta Kepastian Hukum Bagi Buruh, Sahroni: Upah Dibayarkan, Jangan Ada Ijazah Ditahan
- Kunker ke Kepulauan Riau, BAM DPR Berjanji Serap Aspirasi Warga Rempang
- Sahroni Puji Keberhasilan Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri Tingkatkan Hasil Panen Jagung
- Dedi Mulyadi Ungkap Kriteria Pelajar yang Dikirim ke Barak TNI
- Ketua Komisi II DPR Sebut Kemandirian Fiskal Banten Tertinggi di Indonesia pada 2024
- Rempang Eco City Tak Masuk Daftar PSN Era Prabowo, Rieke Girang