Sempat Bantu Palestina, Israel Kini Halangi Pengiriman Vaksin COVID-19 ke Jalur Gaza

Sempat Bantu Palestina, Israel Kini Halangi Pengiriman Vaksin COVID-19 ke Jalur Gaza
Seorang perempuan warga Israel menerima suntikan vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech. Foto: Associated Press

Penundaan tersebut menyoroti tantangan vaksinasi yang mungkin dihadapi masyarakat Palestina di seluruh Tepi Barat dan Gaza.

Kedua wilayah yang terbagi secara geografis itu dicaplok Israel selama perang 1967 dan ditinggali oleh 5,2 juta warga Palestina.

Israel mengontrol semua titik masuk dan keluar ke Tepi Barat serta sebagian besar perbatasan pesisir dan darat di Jalur Gaza. Israel juga mengendalikan menguasai kawasan sempit yang berbatasan dengan Mesir di selatan.

Baik Israel maupun Mesir terus menerapkan blokade di jalur pantai. Alasannya, mereka mengkhawatirkan keamanan terkait kelompok garis keras Islam Hamas, yang telah menguasai Gaza sejak 2007.

Palestina serta kelompok-kelompok pembela hak asasi menuduh Israel mengabaikan tugasnya sebagai penguasa pendudukan dengan tidak memasukkan penduduk Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza dalam program vaksinasi mereka.

Israel sendiri saat ini unggul di antara negara-negara di seluruh dunia dalam pelaksanaan vaksinasi COVID-19.

Para pejabat Israel mengatakan bahwa, di bawah perjanjian perdamaian Oslo, Kementerian Kesehatan Palestina bertanggung jawab untuk menjalankan vaksinasi bagi masyarakat di Gaza dan sebagian Tepi Barat.

Di dua wilayah itu, Otoritas Palestina memiliki pemerintahan sendiri yang terbatas.

Israel adalah negara pertama yang mengirimkan vaksin COVID-19 ke Palestina, tetapi kini rezim Zionis di Yerusalem justru menghalangi pengiriman vaksin ke Jalur Gaza

Sumber Antara

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News