'Senjata Baru' Anies Baswedan Melawan Covid-19 Dinilai Tak Efektif

'Senjata Baru' Anies Baswedan Melawan Covid-19 Dinilai Tak Efektif
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Foto: Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Senjata baru Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam memerangi Covid-19 di Ibu Kota dinilai tidak akan efektif menyadarkan masyarakat.

Senjata baru yang dimaksud berupa tugu peti mati yang dibangun di sejumlah titik. Tujuannya untuk mendorong warga tertib 3M yakni Memakai masker, Mencuci tangan dengan sabun dan Menjaga jarak. 

"Ya kalau efektif sulit, karena itu kan simbol. Yang harus dilakukan adalah diingatkan terus menerus," kata dosen ilmu komunikasi Universitas Paramadina Hendri Satrio.

Hendri juga mendorong agar pemerintah kembali memberlakukan pengetatan terhadap PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), terutama di DKI yang berstatus PSBB transisi.

"Pengetatan PSBB harus kembali dilaksanakan karena bayangkan saja, dokter saja sudah 100 orang yang meninggal. Pasien covid-19 bertambah terus," jelasnya.

Diketahui, penambahan kasus positif Covid-19 pada 1 September kemarin mencapai 2.775 orang, korban sembuh meningkat sebanyak 2.098, serta 88 pasien meninggal dunia.

Untuk itu, pemerintah diminta kembali melakukan pengetatan tidak hanya pada pelaksanaan PSBB, tetapi kembali pada kebijakan semula di awal pandemi.

"Ini menurut saya bukan lagi PSBB yang diperketat. Semuanya harus diperketat. Kembali awal termasuk anjuran untuk stay at home," tambah Hendri.(fat/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:

Anies Baswedan diminta untuk mengubah 'senjata baru' yang saat ini dia terapkan untuk melawan Covid-19.


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News