Senna Geser Rubinho

Senna Geser Rubinho
Senna Geser Rubinho
"Bruno baru mulai balapan di usai 20 tahun, tapi langsung membuktikan bakatnya di ajang F3 dan GP2. Pada musim GP2 2008 yang sangat sengit, Bruno finis di urutan kedua sekaligus meraih kemenangan di Monaco dan Silverstone. Yang kedua itu di lintasan basah," tutur Williams.

"Dua musim pertamanya di F1 tidak memberinya kesempatan ideal untuk menunjukkan hasil konsisten. Karena itu, kami mencoba meluangkan waktu sebanyak mungkin untuk memahami dan mengevaluasinya sebagai seorang pembalap," lanjutnya.

Evaluasi itu dilakukan di lintasan (tidak dengan mobil F1) dan lewat simulator. "Dia telah membuktikan kecepatan, kemampuan teknis, dan kemampuan untuk belajar cepat sekaligus mengaplikasikan pelajaran itu secara konsisten. Sekarang, kami tak sabar melihat bakat itu berkembang bersama mobil balap kami," tambah Williams.

Dua musim pertama Senna memang tersendat-sendat. Musim perdananya adalah bersama HRT, tim terburuk di F1. Musim lalu, dia baru tampil di tengah musim menggantikan Nick Heidfeld. Dalam delapan lomba, Senna menunjukkan tanda-tanda kehebatan, tapi tidak cukup konsisten. Total, dia hanya meraup dua poin.

LONDON - Pada 1 Mei 1994, pembalap legendaris Formula 1, Ayrton Senna, tewas mengendarai mobil Williams-Renault di Sirkuit Imola. Pada 2012, Bruno

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News