Sepertinya Ada Restu Mega dan Puan di Balik Serangan Pacul kepada Ganjar

Sepertinya Ada Restu Mega dan Puan di Balik Serangan Pacul kepada Ganjar
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bersama Puan Maharani. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik dari Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga menilai pernyataan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PDIP Bambang Wuryanto yang ditujukan kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo merupakan skenario terencana.

Jamiluddin meyakini Ketua DPP PDIP Puan Maharani merestui tuduhan yang dilontarkan Pacul -panggilan Bambang- tentang Ganjar terlalu berambisi menjadi calon presiden pada Pemilu 2024.

Menurut Jamiluddin, langkah Puan merestui Pacul melontarkan tuduhan kepada Ganjar pun atas seizin atau paling tidak sepengetahuan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Tanpa restu Mega, tampaknya Puan tidak senekat itu," kata Jamiluddin kepada JPNN.com, Rabu (26/5).

Mantan dekan Fakultas Ilmu Komunikasi IISIP Jakarta itu menyatakan Megawati merupakan titik sentral di PDIP.

Dengan sistem yang sentralistis seperti itu, kata Jamiluddin, sulit bagi kader PDIP menyerang kolega separtai tanpa seizin Megawati.

"Hitam kata Mega, akan hitamlah hingga ke bawah (kader PDIP, red)," ujar Jamiluddin.

Jamiluddin pun memprediksi Pacul dan kader lain di PDIP akan terus melakukan serangan politik kepada Ganjar.

Serangan politik kepada Ganjar Pranowo tak akan mereda sampai gubernur Jawa Tengah itu menyatakan tak akan maju di Pilpres 2024.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News