Serangan Balik! Pihak Sekolah Bongkar Kebobrokan Anak Buah Ridwan Kamil

Serangan Balik! Pihak Sekolah Bongkar Kebobrokan Anak Buah Ridwan Kamil
Ridwan Kamil. Foto: dok jpnn

"Jadi sampai sekarang saya belum mengerti tuduhan pungutan liar di sini seperti apa. Kalau kemarin ada iuran untuk bangunan masjid sifatnya sukarela dan tidak diwajibkan, bisa ditanyakan kepada siswa, orang tua siswa atau guru kok," tuturnya.

Kendati demikian, kata Agus, pihaknya masih menunggu informasi selanjutnya baik dari Pemkot Bandung, Disdik Kota Bandung ataupun gubernur Jawa Barat. 

"Belum ada informasi lanjutan tapi bila dipertanyakan kami siap klarifikasi. Sekarang kami ikuti dulu proses yang sedang berjalan," ungkapnya.

TWakil Kepala Sekolah SMA 9 Bandung Iwan Hermawan menambahkan, berkaitan dengan penerimaan peserta didik baru di SMA 9 pihaknya mengaku memang menerima lima siswa titipan.

Namun, harus diklarifikasi siswa yang dimaksud merupakan titipan dari para pejabat Disdik Kota Bandung.

"Ironis kenapa para pejabat yang menitipkan siswa-siswi melalui PPDB hanya ditegur sedangkan SMA 9 yang statusnya dititipi diberikan sanksi," keluhnya.

Iwan berharap, Pemkot Bandung bisa memberikan sanksi kepada pejabat Disdik yang menitipkan siswa-siswi tersebut yang dimana menyebabkan kepala sekolah bisa diberhentikan atau diberikan sanksi. Timpal Iwan, terlebih bila hanya lima SMA dijadikan sampel pengawasan menurutnya tidak adil.

"Tanpa saya sebutkan mungkin saja di luar masih banyak sekolah yang jelas-jelas lakukan kesalahan. Kami berharap kasus ini bisa segera diklarifikasi," imbuhnya. (arh/dil/jpnn)


BANDUNG - Bola panas tudingan pungutan liar (pungli) kepsek oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil makin membesar. Kali ini giliran para kepala SMA


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News