Rabu, 26 September 2018 – 08:02 WIB

Serangan Teror Bom Di Tiga Gereja Di Surabaya

Minggu, 13 Mei 2018 – 16:00 WIB
Serangan Teror Bom Di Tiga Gereja Di Surabaya - JPNN.COM

Tiga serangan teror bom termasuk satu dilakukan oleh seorang pembom bunuh diri yang menyamar sebagai jemaat gereja menargetkan tiga gereja di kota Surabaya, Jawa Timur pada hari Minggu (13/5/2018) pagi. Polisi dan sejumlah media menyebutkan sedikitnya sembilan orang tewas dan 40 orang mengalami luka-luka.

Juru bicara Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur, Frans Barung Mangera kepada jaring TVOne mengatakan serangan pertama terjadi di Gereja Katolik Roma Santa Maria, menewaskan sedikitnya dua orang, termasuk terduga pelaku pemboman, dan melukai 11 lainnya.

Serpihan kaca dan reruntuhan bangunan tampak berserakan di pintu masuk gereja itu yang telah diberi garis polisi dan dijaga oleh petugas polisi bersenjata lengkap.

Petugas paramedis merawat para korban di dekat lokasi kejadian sementara petugas menyelidiki reruntuhan sepeda motor di tempat parkir yang terbakar oleh ledakan bom.

Kejadian ini kemudian diikuti oleh ledakan kedua di Gereja Kristen Diponegoro yang menewaskan dua orang lainnya. Dua orang korban lain tewas dalam serangan bom ketiga di Gereja Pantekosta, kata Frans Barung Mangera.

"satu orang tewas di rumah sakit, membuat total jumlah korban 9 orang, katanya.

"Ada satu lokasi di mana kami belum bisa masuk," katanya.

Cuplikan gambar di sejumlah televisi menunjukkan satu gereja dilalap api, dengan asap hitam tebal yang mengepul.

Sebuah ledakan besar terdengar beberapa jam setelah serangan, Mangera mengatakan itu berasal dari petugas penjinak bom yang menjinakan ledakan yang masih ada.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Machfud Arifin kepada CNN Indonesia mengatakan salah satu serangan bom bunuh diri dilakukan dengan menggunakan sepeda motor, dan serangan lainnya menggunakan mobil.

Cuplikan gambar di sejumlah televisi menunjukkan satu gereja dilalap api, dengan asap hitam tebal yang mengepul.

Laporan media juga mengatakan seorang wanita dengan anak yang lebih muda dan seorang remaja baru saja memasuki satu gereja dan sedang ditanyai oleh keamanan ketika bom itu meledak.

Petugas polisi termasuk yang terluka.

Jumlah korban bisa meningkat lebih lanjut, polisi memperingatkan.

Stasiun radio El Shinta mengatakan serangan yang hampir bersamaan terjadi selama Misa Minggu pagi.

Pihak berwenang juga tengah menyelidiki apakah ada ledakan di gereja keempat.

Tidak ada klaim pihak yang bertanggung jawab atas serangan itu, tetapi juru bicara badan intelijen Indonesia mengatakan mereka menduga serangan itu dilakukan oleh kelompok yang diilhami oleh Negara Islam Jemaah Ansharut Daulah (JAD).

JAD adalah adalah organisasi payung dalam daftar teroris Departemen Luar Negeri AS yang diperkirakan telah menarik ratusan simpatisan Negara Islam di Indonesia.

Wawan Purwanto, direktur komunikasi Badan Intelijen Negara (BIN), juga mengatakan kepada Metro TV bahwa serangan itu mungkin terkait dengan insiden penyanderaan yang mematikan di Mako Brimob Depok yang melibatkan militan Islam pekan lalu.

Dalam insiden itu, lima petugas polisi ditangkap dan dieksekusi oleh narapidana selama kerusuhan yang melibatkan teroris yang dihukum.

Ketika ditanya siapa yang menurutnya berada di belakang serangan di tiga gereja ini, Wawan Purwanto berkata: "Masih kelompok lama, JAD, yang telah merencanakan ini sejak beberapa waktu."

Sejumlah tayangan di televisi juga menunjukkan sebuah sepeda motor dan puing-puing yang terjatuh tersebar di sekitar pintu masuk salah satu gereja dan polisi memasang garis polisi di lokasi kejadian ketika kerumunan orang berkumpul.

Polisi memerintahkan penutupan sementara semua gereja di Surabaya, dan event festival makanan besar di kota itu dibatalkan.

Serangan teror bom ini terjadi menyusul kerusuhan oleh terpidana teroris di Mako Brimob Depok Jawa Barat pekan lalu, di mana lima petugas polisi ditangkap dan dieksekusi oleh narapidana.

Indonesia telah melakukan tindakan keras terhadap militan sejak terjadi pemboman oleh kelompok radikal yang berafiliasi dengan Al Qaeda di Bali pada tahun 2002 dan menewaskan 202 orang.
ABC / Wires

 
SHARES
Komentar