Selasa, 20 November 2018 – 20:52 WIB

Serap Aspirasi, Gubernur NTB Gelar Jumpa Bang Zul-Umi Rohmi

Jumat, 09 November 2018 – 17:24 WIB
Serap Aspirasi, Gubernur NTB Gelar Jumpa Bang Zul-Umi Rohmi - JPNN.COM

jpnn.com, MATARAM - Gubernur NTB Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur Rohmi Djalilah terus berusaha melahirkan inovasi demi memajukan daerah mereka. Sebulan memimpin, duet tersebut bergerak cepat menjalankan roda pemerintahan daerah sambil menangani proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana gempa bumi.

Salah satu cara yang mereka gunakan adalah menggelar tatap muka dan dialog dua arah dengan masyarakat bertajuk "Jumpa Bang Zul-Umi Rohmi". Kegiatan tersebut digelar untuk pertama kali hari ini dan akan terus dilaksanakan secara ruti pada setiap hari jumat, puku 07.00 - 09.00 WITA.

"Di acara Jumpa Bang Zul-Umi Rohmi, yang digelar setiap hari Jum’at di halaman Bumi Gora Kantor Gubernur dan di pendopo gubernur, dan nantinya di seluruh wilayah NTB di Pulau Lombok maupun Sumbawa, masyarakat dapat berdialog langsung dan bertemu dengan saya dan Ibu Wagub,” jelas gubernur yang akrab dipanggil Doktor Zul itu, Jumat (9/11).

Untuk edisi pertama, program ini berhasil digelar di dua pulau besar NTB. Pagi hari digelar di Lapangan Kantor Gubernur, Mataram. Kemudian sore harinya langsung digelar juga di Pulau Sumbawa.

Pemprov NTB pun menyadari bahwa tidak semua warga NTB bisa tertampung aspirasinya lewat program tersebut. Karena itu, dikembangkan juga aplikasi NTB Care.

“Pengaduan dan masukan dan saran, gagasan maupun kritikan, silakan disalurkan melalui NTB Care. Insyaallah kami serap, salurkan melalui OPD terkait, dan segera ditindaklanjuti secepatnya. Demi NTB yang lebih baik, nyaman dan maju sejahtera juga adil merata,” jelas Zul.

Dalam Jumpa Bang Zul-Umi Rohmi perdana di Pulau Sumbawa, lanjut dia, warga mengutarakan aspirasi di beragam bidang. Mulai dari kondisi hutan yang menurun kualitasnya, revitalisasi pasar tradisional, kerusakan infrastruktur jalan, jembatan, hingga kondisi penerangan jalan yang memprihatinkan.

"Inilah tantangan bagi para kepala daerah dan jajaran pembantunya. Bagaimanapun cara dan mekanismenya, amanah dan tanggung jawab wajib dilaksanakan."

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar