Sering Menunda Pekerjaan, Termasuk Pertanda Depresi?

Sering Menunda Pekerjaan, Termasuk Pertanda Depresi?
Ilustrasi depresi. Foto: AFP

Selain ADHD, gangguan obsesif kompulsif (obsessive-compulsive disorder atau OCD) juga bisa menjadi salah satu penyebab seseorang kerap menunda pekerjaan. 

Penderita OCD umumnya akan melakukan sesuatu berulang-ulang, misalnya mencuci tangan berkali-kali atau terus-terusan mengecek pintu rumah. Hal tersebut membuat waktu yang seharusnya dapat digunakan untuk melakukan pekerjaannya tersita oleh perilaku berulang. Sebagai akibatnya, tugas-tugas lainnya pun tertunda dan semakin menumpuk.

Menunda pekerjaan memang tidak masuk dalam salah satu diagnosis gangguan jiwa. Namun, kebiasaan negatif ini amat merugikan kualitas hidup seseorang dan bisa jadi pertanda adanya gangguan mental tertentu. 

Oleh karena itu, bila Anda merasa sering menunda pekerjaan atau sulit untuk menyelesaikan tugas-tugas tertentu, dan kebiasaan tersebut sudah memengaruhi banyak aspek kehidupan, tidak ada salahnya untuk mencari pertolongan. 

Anda bisa melakukan konsultasi dengan ahli kejiwaan (psikiater) atau psikolog mengenai kebiasaan tersebut. Melalui wawancara medis dan pemeriksaan lainnya, nantinya dokter akan menilai apakah sering mengesampingkan tugas tersebut memang berhubungan dengan gangguan mental tertentu atau tidak, termasuk terapi yang tepat untuk mengatasinya.

Kebiasaan sering menunda pekerjaan bukanlah hal yang baik karena dapat menurunkan produktivitas dan kualitas hidup Anda. Lebih jauh lagi, kebiasaan tersebut bisa menjadi tanda depresi. Bila kondisi ini sering Anda alami dan merasa sulit fokus, tak perlu berpikir dua kali untuk membuat janji temu dengan ahli kejiwaan atau psikolog, demi perbaikan kualitas hidup Anda.(RN/RPA/klikdokter)

Menunda pekerjaan menjadi masalah bagi kebanyakan orang. Kebiasan tersebut sering disangkal dengan banyak alasan.


Redaktur & Reporter : Yessy

Sumber klikdokter

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News