Rabu, 17 Oktober 2018 – 14:11 WIB

Setelah ini Bu Rini Yakin Kinerja Keuangan Garuda Makin Baik

Rabu, 01 Agustus 2018 – 23:41 WIB
Setelah ini Bu Rini Yakin Kinerja Keuangan Garuda Makin Baik - JPNN.COM

Garuda Indonesia. Foto Yessy Artada/jpnn.com

jpnn.com, JAKARTA - PT Garuda Indonesia melakukan pencatatan perdana produk Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA) GIAA01 di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (31/7) kemarin.

KIK EBA GIAA01 merupakan instrumen sekuritisasi aset keuangan pertama di Indonesia yang menjadikan hak pendapatan atas penjualan tiket pesawat sebagai agunan. Adapun pendapatan dari penjualan tiket yang diagunkan yaitu rute penerbangan Jeddah dan Madinah.

Menteri BUMN Rini Soemarno mendukung aksi korporasi yang diambil Garuda Indonesia. Menurutnya, sekuritisasi aset yang dilakukan Garuda merupakan upaya menjaminkan aset termasuk salah satunya atas pendapatan di masa depan yang akan dialihkan hak pendapatannya.

Dari aspek risiko, produk sekuritisasi lebih terkendali karena aset yang di gunakan sebagai agunan sudah terseleksi dengan baik.

Rini mengatakan, penerbitan KIK EBA GIAA01 menjadi solusi alternatif pendanaan bagi PT Garuda Indonesia untuk memenuhi kebutuhan finansial perusahaan sehingga perseroan mempunyai modal yang lebih besar untuk terus berekspansi.

“Ini adalah salah satu solusi alternatif pendanaan yang dilakukan Garuda Indonesia untuk memenuhi kebutuhan finansial perusahaan. Semoga inisiatif ini akan mendorong perbaikan kinerja Garuda Indonesia dan juga mendukung program pemerintah dalam peningkatan konektivitas udara,” ungkap Rini.

Dalam kesempatan tersebut, Rini juga mendorong agar lebih banyak BUMN dan swasta untuk melakukan sekuritisasi aset mengikuti jejak Garuda Indonesia dan sebelumnya oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT PLN (Persero) melalui anak usahanya PT Indonesia Power dan PT Bank Tabungan Negara yang melakukan sekuritisasi aset Kredit Perumahan Rakyat (KPR).

“Beberapa BUMN telah sukses menerbitkan sekuritisasi dan mendapat respons positif dari investor. Jadi pemerintah akan terus mendorong semakin banyak BUMN yang terlibat dan ke depannya," tandas Rini.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar