Senin, 18 Juni 2018 – 06:41 WIB

Sidang Isbat Belum Digelar, Sudah Ada yang Berlebaran

Kamis, 14 Juni 2018 – 06:42 WIB
Sidang Isbat Belum Digelar, Sudah Ada yang Berlebaran - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA - Jemaah tarekat Naqsabandiyah sudah merayakan Lebaran, Rabu (13/6), meski Kementerian Agama (Kemenag) belum menggelar sidang isbat penentuan 1 Syawal 1439 H.

Sekretaris Majelis Fatwa Tarikat Naqsabandiyah Al Kholidiyah Jalaliyah Syekh Muda Muhammad Yusuf Hamdani mengatakan, mereka menetapkan 1 Syawal dengan perhitungan sendiri. Yakni, merujuk pada kalender hisab munjid. Metode hisab munjid itu sudah diberlakukan secara turun temurun.

Dirjen Bimas Islam Kemenag Muhammadiyah Amin tidak ingin terlalu banyak berkomentar terkait jamaah tarikat Naqsabandiyah yang lebih dahulu berlebaran itu. ’’Berita seperti ini yang paling seksi bagi wartawan,’’ katanya di Jakarta, Rabu (13/6), lantas tertawa.

Amin meminta masyarakat tetap menunggu sidang isbat Kemenag untuk memastikan 1 Syawal atau Idul Fitri. Dia mengatakan, hasil sidang isbat tersebut berlaku untuk seluruh umat Islam di Indonesia.

Amin menambahkan, sidang isbat juga cerminan kekompakan umat Islam di Indonesia. Sebab, di dalamnya tetap mengakomodasi sistem hisab wujudul hilal dan diperkuat rukyat atau pemantauan langsung hilal.

Merujuk pada metode hisab ala Muhammadiyah, saat dilakukan rukyat nanti sore tinggi hilal sudah mencapai 7 derajat di atas ufuk. Itu artinya dalam pelaksanaan rukyat, hampir bisa dipastikan hilal atau bulan muda akan terlihat. Sehingga 1 Syawal atau lebaran jatuh pada Jumat (15/6) besok.

Sebelumnya pada 7 Juni lalu, website Ditjen Bimas Islam Kemenag melansir naskah khutbah Idul Fitri 1439 H yang ditulis oleh Kepala Seksi Pengembangan Regulasi dan Metode Dakwah Subhan Nur. Tetapi, Amin mengklarifikasi naskah khutbah itu tidak benar.

’’Tidak ada naskah khutbah yang dibuat oleh orang per orang dari Bimas Islam. Saya sudah minta dihapus,’’ katanya.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar