Sikap Pesimis yang Kadang Justru Menyehatkan

Sikap Pesimis yang Kadang Justru Menyehatkan
Sikap Pesimis yang Kadang Justru Menyehatkan

jpnn.com - SIKAP optimistis masih menjadi primadona. Sikap optimistis dikaitkan dengan kepribadian dan kesehatan yang baik. Boleh jadi 89 persen penduduk dunia yang mengaku optimistis memiliki kadar kolesterol lebih baik, imun lebih kuat, dan risiko stroke lebih rendah. Lantas, bagaimana jika anda bukan tipe optimistis? Jangan khawatir. Memiliki pikiran-pikiran negatif atau negatif thinking tidak ada salahnya.

"Ada banyak tekanan mengerikan yang mendera orang-orang yang mengaku optimistis," kata seorang profesor psikologi di Universitas Wellesles di Massachusetts, Julie Norem, seperti dilansir laman Huffington Post.

"Dan bisa jadi (tekanan) itu lebih menyakitkan dibandingkan dengan menjadi pesimistis," tambahnya.

Norem bukannya menyarankan orang-orang untuk berpikir negatif dan menjadi pesimistis. Tetapi, seandainya saja anda sudah terlahir memiliki sikap pesimistis dan itu tidak mengganggu kehidupan anda, itu tidak masalah.

"Bisa jadi ada manfaat dari negatif thinking" tambahnya lagi.

Berikut 4 manfaat menjadi seorang pesimistis

1. Hidup lebih lama

Sebuah penelitian menunjukkan, orang dewasa yang tidak terlalu tinggi dalam berharap biasanya menikmati hidup lebih sehat dan usia lebih panjang. Studi tersebut juga menemukan bahwa menjadi terlalu optimistis dalam memperkirakan kehidupan dihubungkan dengan risiko cacat dan kematian pada dekade berikutnya.

SIKAP optimistis masih menjadi primadona. Sikap optimistis dikaitkan dengan kepribadian dan kesehatan yang baik. Boleh jadi 89 persen penduduk dunia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News