Sikapi Rasisme, JCI Indonesia Gelar World Friendship Day

Sikapi Rasisme, JCI Indonesia Gelar World Friendship Day
Project Director Silatnas World Friendship Day Rina Saadah (kiri). Foto: JCI Indonesia for JPNN

JCI menyesalkan insiden yang menimpa TGB. Menurut Presiden JCI Jandi Mukianto, seluruh penduduk Indonesia seharusnya mengedepankan toleransi.

"Sebagai bangsa yang majemuk, kita harus bena-benar menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ini agar tidak terpecah belah. Karenanya segala bentuk yang mengarah pada perpecahan harus kita lawan," ujar Jandi.

Menuurt Jandi, tindakan yang dilakukan Steven terhdap TGB sangat tidak terpuji.

"Kami tegas mengutuk sikap itu, terlebih dilakukan kepada sosok yang sangat kita hormati," kecam Jandi.

Dia menjelaskan, tindakan Steven tak mewakili sikap etnis dan agama tertentu. Menurutnya, semangat kebersamaan serta penghargaan kepada keberagaman yang ada di Indonesia sudah final dan diatur dalam nilai-nilai Pancasila serta UUD 1945.

"Siapa saja yang mencoba mengusik persatuan yang sudah terbina dengan baik, layak dijadikan musuh bersama dan layak diperangi karena dapat mengancam persatuan kita bersama," ujarnya.

"Kita pantas bangga memiliki tokoh seperti Tuang Guru Bajang. Beliau sangat arif dalam melihat permasalahan yang dialami. Untuk itu, kami dari JCI meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas insiden ini. Steven layak mendapat hukuman yang setimpal agar memahami apa yang telah dia perbuat sudah melukai hati banyak pihak,” papar Jandi.

Jandi pun berharap, kejadian yang menimpa TGB dijadikan pembelajaran dan tidak terulang.

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi mendapat perlakuan tidak mengenakan di Bandara Changi, Singapura.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News