Simak, Begini Cara Khofifah Stabilkan Harga Cabai yang Melonjak di Jatim

Simak, Begini Cara Khofifah Stabilkan Harga Cabai yang Melonjak di Jatim
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meninjau harga cabai di salah satu pasar di Jawa Timur. Foto: Humas Pemprov Jatim

Penambahan serangan penyakit virus kuning seluas 34,03 hektare, antraknose 12,31 hektare, bercak daun 8,4 hektare, dan layu fusarium 2,5 hektare.

Agar Serangan OPT di beberapa lokasi sentra (daerah dataran tinggi) bisa dikendalikan, Khofifah mengatakan bahwa Pemprov Jatim menggunakan agens pengendali hayati.

“Sekarang di beberapa lokasi mulai tumbuh tunas baru sehingga diharapkan dapat membantu ketersediaan cabai rawit jelang Iduladha,” ujarnya.

Sementara itu, strategi berbeda diterapkan untuk mengatasi permasalahan komoditas cabai di daerah dataran rendah.

Khofifah meminta untuk segera menanam cabai rawit menggunakan varietas genjah dengan usia panen 70-80 hari, yaitu varietas bhaskoro dan dewata.

“Ini diharapkan dapat mendukung ketersediaan cabai pada Juli, utamanya menjelang Iduladha,” tuturnya.

Meski begitu, Khofifah tetap optimistis upaya menurunkan harga cabai rawit dan harga cabai besar di Jatim dapat dilakukan.

Secara umum, kontribusi hortikultura strategis Jawa Timur terhadap nasional untuk komoditas cabai besar senilai 9,4 atau menduduki urutan empat nasional.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menjelaskan solusi menstabilkan harga cabai

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News