Simak! Ini Pernyataan Pimpinan Dewan Adat Dayak

Simak! Ini Pernyataan Pimpinan Dewan Adat Dayak
Sejumlah masyarakat Sintang yang mengatasnamakan Forum Pemuda Dayak menggelar aksi penolakan kedatangan Wasekjen MUI KH Tengku Zulkarnain di Bandara Susilo Sintang, Kamis (12/1) pagi. Foto: Achmad Munandar/Rakyat Kalbar/JPNN.com

jpnn.com - jpnn.com - Banyak kalangan menyesalkan insiden pengadangan Wasekjen MUI, KH Tengku Zulkarnain oleh Forum Pemuda Dayak Sintang, saat mendarat dengan pesawat Garuda di Bandara Susilo Sintang, sekitar pukul 09.30, Kamis (12/1).

Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sintang, Jefray Edward, terkejut mendengar kabar ada aksi tersebut. Menurut dia, itu aksi spontanitas warga.

"Bahkan Bupati dan Forkopimda juga kaget ketika mendapat kabar akan insiden yang terjadi dengan Wasekjen MUI itu," kata Jefray, Kamis (12/1).

Diceritakan, begitu mendengar kabar tersebut, Jefray mengaku langsung berkoordinasi dengan DAD Kalbar untuk menyikapinya.

"Harapan saya, kepada masyarakat Dayak agar bisa menahan diri dan jangan terpancing isu yang provokatif. Pada prinsipnya, kita bukan menolak soal agama, tetapi kita tidak ingin penyusup-penyusup atau paham radikal yang mengatasnamakan agama. Kalau untuk lembaga, saya rasa tidak ada masalah seperti MUI, Muhammadiyah, NU. Itu sahabat-sahabat kita," tambah Jefray.

Atas nama DAD, ia menyampaikan permohonan maaf jika ada hal yang kurang berkenan.

"DAD siap menjaga kesatuan dan persatuan masyarakat Sintang khususnya, dan NKRI adalah harga mati," ujarnya.

Ketua Harian DAD Provinsi Kalbar, Yokobus Kumis, mengatakan bahwa masyarakat Dayak tidak mempunyai niat untuk melarang lembaga MUI ataupun NU untuk datang ke Sintang.

Banyak kalangan menyesalkan insiden pengadangan Wasekjen MUI, KH Tengku Zulkarnain oleh Forum Pemuda Dayak Sintang, saat mendarat dengan pesawat

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News