Simak Pengakuan Istri Terduga Teroris yang Mendatangi Polda Sumut

Simak Pengakuan Istri Terduga Teroris yang Mendatangi Polda Sumut
Dua istri terduga teroris di Sumut bersama kuasa hukumnya dari TPUA Sumut, di Mapolda Sumut, Medan Amplas, Kamis (25/3). Foto: Dewi/Sumut Pos

jpnn.com, MEDAN - Dua perempuan istri dari terduga teroris mendatangi markas Polda Sumut, Jalan Sisingamangaraja, Medan Amplas, Kamis (25/3), untuk menanyakan keberadaan masing-masing suami mereka.

Suami mereka termasuk dari 18 terduga teroris yang ditangkap Detasemen Khusus 88 Anti Teror Polri di sejumlah wilayah di Sumut.

Kedua perempuan tadi datang didampingi pengacara dari Tim Pembela Ulama Aktivis Sumatera Utara (TPUA Sumut).

“Kami ingin tahu, apakah benar mereka ditangkap pihak kepolisian dan dibawa ke Polda Sumut atau dibawa ke mana? Kami menganggap ini penculikan. Kami membela hak para istri terduga teroris ini,” kata anggota TPUA Sumut, Ade Lesmana, didampingi kedua rekannya M Adriansyah Hasibuan dan Adri Muhammad Ginting, seperti dilansir Sumut Post, Jumat (26/3).

Ade mengatakan, mereka belum mendapatkan kepastian Polda Sumut.

Menurutnya, pihak Polda Sumut ada yang menjawab terduga teroris itu dibawa ke Mabes Polri, ada juga yang menjawab dibawa ke Ditreskrimum Polda Sumut.

“Hingga kini belum ada pemberitahuan kepada pihak keluarga,” kata Ade.

Salah seorang istri terduga teroris berinisial NH (40), warga Komplek Graha Deli Permai Namorambe, Deliserdang, yang berprofesi sebagai guru mengatakan, suaminya berinisial ST dibawa pada Jumat (19/3) lalu usai salat Subuh.

Istri terduga teroris itu berprofesi sebagai guru, satu lagi ibu rumah tangga. Apa kata mereka?

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News