Sipon

Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Sipon
Kerabat melayat ke rumah istri aktivis HAM Widji Thukul, Dyah Sujirah alias Sipon, di Jagalan, Kecamatan Jebres, Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (6/1/2023). (ANTARA/Aris Wasita)

jpnn.com - Tidak banyak yang mengenal nama Siti Dyah Sujirah.

Mungkin nama ‘’Sipon’’ lebih dikenal oleh beberapa kalangan.

Apalagi kalau nama itu dikaitkan dengan Wiji Thukul, penyair-pejuang asal Solo yang sampai sekarang hilang tak tentu rimbanya.

Sipon, istri Wiji Thukul, meninggal dunia Kamis (5/1).

Tidak banyak yang didengar dari Sipon akhir-akhir ini. 

Dia hidup sebagai perempuan sederhana di kampungnya bersama anak dan kerabatnya.

Akan tetapi, meninggalnya Sipon membangkitkan kembali kenangan akan Wiji Thukul, sang seniman yang pemberani.

Melalui puisi-puisinya yang sederhana tetapi tajam, Wiji Thukul tidak pernah lelah menyuarakan penderitaan rakyat kecil yang tertindas selama masa kekuasaan rezim Orde Baru.

Belakangan diketahui bahwa Wiji menjadi korban penculikan dan penyekapan yang dilakukan terhadap para aktivis gerakan mahasiswa yang menentang Orde Baru.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News