SKK Migas Siapkan 4 Strategi Genjot Produksi Minyak 1 Juta Barel per Hari

SKK Migas Siapkan 4 Strategi Genjot Produksi Minyak 1 Juta Barel per Hari
Ilustrasi industri migas di Tuban. FOTO : Radar Bojonegoro

jpnn.com, JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) berkomitmen agar kontribusi hulu migas terhadap perekonomian nasional tetap terjaga.

Salah satunya yakni dengan cara meningkatkan produksi mencapai target jangka panjang, yakni pencapaian produksi 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari (BSCFD) atau setara 3,2 juta barel setara minyak per hari (BOEPD) pada 2030.

Rencana jangka panjang SKK Migas 2030 sejalan dengan rencana umum energi nasional (RUEN).

Dalam RUEN pada 2050, kebutuhan minyak akan meningkat menjadi 3,97 juta BOPD, sedangkan untuk gas  26 BSCFD.

"Jika target 2030 tercapai, maka sektor hulu migas akan mencatat rekor produksi migas terbesar sepanjang sejarah Indonesia," kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto akhir pekan lalu.

Dwi mengatakan, 2020 merupakan tahun yang sulit bagi seluruh pelaku usaha, khusus di hulu migas karena terdampak pandemi Covid-19 dan dibayangi oleh rendahnya harga minyak dunia.

Karena itu, pada 2021, SKK Migas bersama seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) yang didukung kementerian dan lembaga pemerintah lainnya, mulai tancap gas mewujudkan visi jangka panjang produksi 1 juta BOPD dan 12 BSCFD pada 2030, dengan melakukan pengeboran agresif.

SKK Migas telah menyiapkan empat strategi untuk mengejar target produksi tersebut.

Jika target 2030 tercapai, maka sektor hulu migas akan mencatat rekor produksi migas terbesar sepanjang sejarah Indonesia.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News