Smallfoot: Kisah Manusia dari Sudut Pandang Yeti

Smallfoot: Kisah Manusia dari Sudut Pandang Yeti
Smallfoot. Foto: Warner

Keduanya mulai dekat gara-gara insiden di gua. Kaki Migo masuk perangkap beruang. Namun, Percy sigap menolong Migo. Keduanya bersahabat. Percy dikenalkan pada Yeti lainnya. Bukan sebagai manusia, melainkan sebagai hewan yak tidak berbulu.

Masalah muncul lagi. Ketika para Yeti turun gunung untuk memulangkan Percy, mereka membikin keributan. Polisi dan pihak berwajib ikut turun tangan.

Momen itu pun menyadarkan bahwa Yeti dan manusia sama-sama nyata. Meski masih banyak orang yang takut, keberadaan Yeti mulai diterima.

Walau merupakan film animasi, Smallfoot pantang dilewatkan penonton dewasa. Sebab, pihak Warner Bros. menggandeng para pengisi suara keren. Untuk tokoh Migo, ada Channing Tatum.

Sementara itu, Percy Patterson disuarakan host James Corden. Di samping itu, ada pula Zendaya, rapper Common, hingga pebasket LeBron James.

Film besutan sutradara Karey Kirkpatrick itu juga dapat pujian. Smallfoot dinilai punya nilai moral yang bagus. "Di balik komedi konyolnya, ada pesan jangan takut pada sesuatu yang belum diketahui," papar kolumnis Entertainment Weekly Leah Greenblatt.

Hal itu juga diakui Jane Horwitz, kontributor Washington Post. Pesan moralnya dikemas cerdas. "Ada bonus musik dan lagu yang bakal menempel setelah nonton," tulisnya.

Kekurangannya? Mungkin ada penuturan cerita. Kisahnya seakan ditumpahkan pada penonton. "Butuh pendekatan yang lebih segar," ulas Peter Debruge, kontributor Variety.

Film Smallfoot menawarkan sudut pandang berbeda. Kisahnya dibalik. Kali ini Yetilah yang bercerita tentang manusia.

Sumber Jawa Pos

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News